Kali Oya di Semin Mengering Akibat Kemarau Panjang, Warga Hanya Temukan Hamparan Pasir
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Jajaran Satlantas Polres Gunungkidul masih menyelidiki kasus kecelakaan di tanjakan Dusun Nujo, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo. Rencananya dalam beberapa hari ke depan polisi bakal memeriksa sopir minibus maut untuk mengetahui kronologi kejadian yang mengakibatkan seorang penumpang meninggal dunia.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko, mengatakan jajarannya belum menetapkan tersangka terkait dengan kasus kecelakaan di Desa Pucung. Menurut dia jajarannya masih menyelidiki peristiwa tersebut. “Masih kami dalami,” kata Mega kepada wartawan, Selasa (12/2/2019).
Menurut dia, saat ini petugas masih mengevakuasi minibus untuk dibawa ke Mapolres sebagai barang bukti. Guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan, rencananya dalam waktu dekat polisi bakal memeriksa sopir. “Sopir minibus masih sebagai saksi terperiksa. Nanti hasil olah kasus akan menentukan apakah ada tersangka dalam kasus ini,” katanya.
Mega meminta pengemudi angkutan umum untuk terus berhati-hati. Selain rutin mengecek kondisi kendaraan, pengemudi wajib mengetahui karakteristik geografis di Gunungkidul. Berdasar peta wilayah, kondisi Gunungkidul didominasi wilayah perbukitan dengan jalan naik turun dengan tingkungan tajam sehingga rawan terjadi kecelakaan. “Ini bisa jadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan. Kalau tidak berhati-hati, maka bisa menjadi korban kecelakaan,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, minibus AD 1023 HV yang mengangkut belasan penumpang terguling di tanjakan di Dusun Nujo, Pucung, Girisubo, Senin (11/2/2019) pukul 07.00 WIB. Kecelakaan tunggal ini mengakibatkan seorang penumpang bernama Sajiyem,56, meninggal dunia, sementara penumpang lainnya mengalami luka.
Kapolsek Girisubo, AKP Mursidiyanto, mengatakan kecelakaan terjadi karena minibus tidak kuat menanjak. Sebelum kecelakaan terjadi, kenek sudah berusaha mencari ganjal ban agar kendaraan tidak melaju mundur karena tidak kuat menanjak. Namun demikian, usaha tersebut tak membuahkan hasil karena minibus tetap berjalan mundur da menabrak pohon di sisi kanan jalan hingga akhirnya terbalik. “Minibus berisi sebelas orang. Akibat kecelakaan ini, seorang penumpang meninggal dunia dan sisanya mengalami luka-luka,” katanya, Senin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
Dies Natalis ke-42 ISI Jogja ditutup pesta rakyat dua hari dengan jathilan, ketoprak, karawitan, hingga heavy metal.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.
Pemkot Jogja mendorong koperasi mengembangkan sektor riil melalui SiKepo agar usaha anggota dan koperasi terintegrasi serta lebih produktif.
Lima tokoh disebut masuk bursa Ketum PBNU 2026-2031. Simak profil, pengalaman, dan gagasan para kandidat dalam Muktamar ke-35 NU.