Ngeri! Ponsel Bisa Lebih Kotor dari Toilet, Ini Risikonya
Ponsel ternyata bisa lebih kotor dari toilet dan berisiko picu infeksi. Simak bahaya serta cara membersihkan HP yang benar.
Perayaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) di Kampung Ketandan, Jogja. /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak.
Harianjogja.com, JOGJA- Semangat keberagaman dan hidup saling menghargai dalam kemajemukan suku bangsa harus terus dipelihara. Semangat toleransi dan cinta kasih yang diajarkan mantan Presiden Republik Indonesia ke 4, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur jangan sampai meredup.
"Kami sangat berterima kasih dengan Gus Dur. Gus Dur sangat berjasa bagi komunitas dan etnis Tionghoa. Gus Dur berani menghilangkan segala bentuk diskriminasi, itu seorang pimpinan dalam mengayomi rakyatnya," kata Direktur PT Sido Muncul (tbk) Irwan Hidayat saat mengunjungi Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) di Kampung Ketandan, Jogja.
Bagi Irwan, peran Gusdur untuk menghapus stigma diskriminasi tidak hanya dirayakan oleh etnis Tionghoa saja tetapi juga seluruh bangsa Indonesia. Masyarakat hingga kini masih menjunjung tinggi nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur itu. Terbukti, hingga kini perayaan Tahun Baru Imlek 2019 dan PBTY 2019 menjadi hal yang tidak terpisahkan dari budaya Indonesia secara keseluruhan.
Berkat jasa-jasa Gus Dur, katanya, setiap perayaan Imlek dia tidak lupa untuk mengirimkan kartu ucapan ke Yenny Wahid. Dia juga berharap tahun depan bisa mengajak Yenny untuk menghadiri perayaan PBTY. \'\'Tahun depan saya akan coba ajak Mbak Yenny untuk hadir ke dalam acara ini,\'\' katanya.
"Masyarakat masih banyak yang menjaga toleransi dan cinta terhadap tradisi dan budaya. Mulai batik, musik tradisional dan lainnya. Ini menunjukkan masyarakat sangat menjunjung toleransi dan kebersamaan dalam keberagaman," katanya.
Hal itu menjadi salah satu alasannya untuk selalu mendukung perayaan Imlek yang digelar oleh warga Tionghoa Jogja. Termasuk perayaan hari-hari besar keagamaan lainnya Irwan juga ikut mendukung dan merayakan. Perayaan Imlek, Idul Fitri, Natal dan lainnya. "Semangat yang terkandung di dalamnya itu yang saya rayakan,\'\' ujar Irwan.
Tahun Babi
Tahun Baru Imlek 2019 yang dikenal juga sebagai Tahun Babi. Irwan menyebut jika tahun Babi menjadi kesempatan untuk terus menyebar kebajikan dan memperbanyak berbuat amal. Tak pelak, di tahun ini pula dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan yang dipimpinnya juga dilipatgandakan. "Kalau setiap tahun sekitar Rp20 miliar, tahun ini dinaikkan menjadi Rp50 miliar untuk kegiatan-kegiatan dan bantuan sosial," ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat membuka PBTY XIV 2019 di Kampung Ketandan mengatakan unsur bumi dalam tahun babi tanah konon membawa aura kemurahan hati, solidaritas dan soliditas, dan introspeksi diri. Hal ini berpeluang menciptakan kedamaian, memperkokoh persatuan dan kesatuan. Mirip dengan budaya Tionghoa, dalam budaya Jawa, hakekat sifat ibu adalah mencerahkan jiwa, merekatkan persaudaraan, dan merekahkan harapan.
"Harapan kita sebagai bangsa, tentu agar penanda makrokosmos itu bisa dikonversi menjadi kaidah penuntun hidup dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ponsel ternyata bisa lebih kotor dari toilet dan berisiko picu infeksi. Simak bahaya serta cara membersihkan HP yang benar.
Prabowo siapkan satgas deregulasi untuk memangkas izin usaha yang dinilai terlalu lama demi memperkuat investasi di Indonesia.
BKPM menilai surat Kadin China di Indonesia sebagai masukan positif terkait tantangan iklim investasi dan hilirisasi di Indonesia.
Polisi memastikan kasus yang dikira klitih di Pengasih Kulonprogo ternyata duel remaja akibat masalah pribadi yang diduga terkait asmara.
Presiden Prabowo menyebut masih ada ribuan triliun kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian aset nasional.
Pakar Forensika Digital UII menilai markas judi online internasional di Jakarta menjadi ancaman serius cybercrime bagi Indonesia.