Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Kondisi rumah Suryanto yang jebol terkena material longsor. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Bencana hidrometeorologi terus terjadi di DIY. Di Kabupaten Bantul, bencana tanah longsor kembali menerjang wilayah Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Sabtu (2/3/2019) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi satu rumah di Dusun Purworejo RT01 dilaporkan rusak tertimpa pohon akibat adanya pergerakan tanah.
Berdasar informasi, rumah milik Mugiyanto, 38, rusak di bagian bangunan kamar mandi. Genting dan usuk rumah di bagian dapur juga rusak akibat tertimpa pohon.”Sudah kami perbaiki bersama warga," kata Mugiyanto saat dihubungi Minggu (3/3/2019).
Mugiyanto mengatakan pohon tumbang dan tanah longsor terjadi Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat kejadian dirinya sedang berada di dalam kamar, sedangkan istrinya berada di dapur. Saat longsor terjadi dia mendengar suara gemuruh. Sadar terjadi tanah longsor dia bersama istri dan anaknya langsung menyelamatkan diri ke luar.
Tak lama berselang dia mengetahui kamar mandi rumahnya sudah ambrol tertimpa pohon sonokeling dan bonggol pohon jati yang terseret tanah longsor. Mugiyanto mengaku rumahnya berada di bawah tebing yang rawan longsor. Meski demikian tanah longsor di tebing yang ada di belakang rumahnya baru terjadi kali ini. “Sebelumnya kami tak pernah mengalami adanya pergerakan tanah dan tanah longsor di sekitar rumah,” katanya.
Meski rumahnya sudah diperbaiki, Mugiyanto masih waswas tanah longsor bakal kembali terjadi. Namun ia juga tidak memiliki pilihan kecuali tinggal di rumah tersebut. "Ya harus lebih waspada dan hati-hati," ucap Mugiyanto.
Manajer Pusdalops BPBD Bantul, Aka Luk Luk, mengatakan personel BPBD bersama sukarelawan bencana Desa Wonolelo dan Pemerintah Desa Wonolelo ikut membantu mengevaluasi material tanah longsor dan pohon yang menimpa rumah Mugiyanto. Ia menyatakan Desa Wonolelo merupakan zona rawan longsor.
Kepala Desa Wonolelo, Akhmat Furqon, mengatakan di desanya hampir semua wilayah rawan longsor karena berada di kawasan perbukitan. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan dalam durasi waktu yang lama, kawasan perbukitan rawan longsor. "Berdasarkan pendataan masih ada 600 kepala keluarga yang tinggal di kawasan rawan tanah longsor," kata Furqon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum