Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Kondisi rumah Suryanto yang jebol terkena material longsor. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Bencana hidrometeorologi terus terjadi di DIY. Di Kabupaten Bantul, bencana tanah longsor kembali menerjang wilayah Desa Wonolelo, Kecamatan Pleret, Sabtu (2/3/2019) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi satu rumah di Dusun Purworejo RT01 dilaporkan rusak tertimpa pohon akibat adanya pergerakan tanah.
Berdasar informasi, rumah milik Mugiyanto, 38, rusak di bagian bangunan kamar mandi. Genting dan usuk rumah di bagian dapur juga rusak akibat tertimpa pohon.”Sudah kami perbaiki bersama warga," kata Mugiyanto saat dihubungi Minggu (3/3/2019).
Mugiyanto mengatakan pohon tumbang dan tanah longsor terjadi Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Saat kejadian dirinya sedang berada di dalam kamar, sedangkan istrinya berada di dapur. Saat longsor terjadi dia mendengar suara gemuruh. Sadar terjadi tanah longsor dia bersama istri dan anaknya langsung menyelamatkan diri ke luar.
Tak lama berselang dia mengetahui kamar mandi rumahnya sudah ambrol tertimpa pohon sonokeling dan bonggol pohon jati yang terseret tanah longsor. Mugiyanto mengaku rumahnya berada di bawah tebing yang rawan longsor. Meski demikian tanah longsor di tebing yang ada di belakang rumahnya baru terjadi kali ini. “Sebelumnya kami tak pernah mengalami adanya pergerakan tanah dan tanah longsor di sekitar rumah,” katanya.
Meski rumahnya sudah diperbaiki, Mugiyanto masih waswas tanah longsor bakal kembali terjadi. Namun ia juga tidak memiliki pilihan kecuali tinggal di rumah tersebut. "Ya harus lebih waspada dan hati-hati," ucap Mugiyanto.
Manajer Pusdalops BPBD Bantul, Aka Luk Luk, mengatakan personel BPBD bersama sukarelawan bencana Desa Wonolelo dan Pemerintah Desa Wonolelo ikut membantu mengevaluasi material tanah longsor dan pohon yang menimpa rumah Mugiyanto. Ia menyatakan Desa Wonolelo merupakan zona rawan longsor.
Kepala Desa Wonolelo, Akhmat Furqon, mengatakan di desanya hampir semua wilayah rawan longsor karena berada di kawasan perbukitan. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan dalam durasi waktu yang lama, kawasan perbukitan rawan longsor. "Berdasarkan pendataan masih ada 600 kepala keluarga yang tinggal di kawasan rawan tanah longsor," kata Furqon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Sabtu 16 Mei 2026 lengkap dari pagi hingga malam. Cek jam keberangkatan favorit, tarif Rp8.000, dan rute lengkap Yogyakarta–Solo.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.