Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ilustrasi Pemilu 2019/JIBI
Harianjogja.com, NGAWEN–Jajaran Polres Gunungkidul akan mengintensifkan pengamanan di wilayah perbatasan dengan Jawa Tengah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kerawanan dan mencegah mobilisasi masa yang menghubungkan kedua wilayah pasca-perhitungan suara dalam Pemilu 2019.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Anang Prastawa mengatakan hasil pemetaan yang dilakukan di tingkat pusat menempatkan Solo, Jawa Tengah, sebagai salah satu kota dengan kerawanan tinggi, khususnya yang berkaitan dengan pilpres. Oleh karenanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Polres Gunungkidul ikut berpartisipasi dalam penjagaan. Salah satunya dengan mengawasi dan menjaga beberapa titik jalur yang berbatasan dengan wilayah Jawa Tengah. Titik-titik ini meliputi di wilayah Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari; Sambirejo dan Jurangjero, Kecamatan Ngawen; Candirejo, Kecamatan Semin; Bedoyo, Kecamatan Ponjong dan Karangwuni, Kecamatan Rongkop.
Dia menjelaskan untuk pengamanan pihak kepolisian sudah melakukan simulasi pengamanan. Selain pengamanan kewilayahan juga dilakukan razia kendaraan bermotor. Razia bertujuan agar pengamanan berjalan dengan maksimal. “Simulasi kami gelar Sabtu [9/3]. Inti dari kegiatan untuk kesiapsiagaan karena Solo sebagai daerah rawan di perbatasan harus dijaga agar tidak ada mobilisasi masa ke sana [Solo]. Jadi pada saat ada pergerakan, kami sudah siap sehingga bisa mencegahnya,” kata Anang.
Dia pun berharap penyelenggaraan Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman dan lancar sehingga proses dapat terlaksana dengan baik. “Intinya kami siap mengamankan agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” imbuhnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady. Menurut dia, pihaknya sudah memetakan kerawanan internal seabgai dasar untuk pengamanan dalam pemilu. Meski demikiann, Fuady tidak memaparkan secara detail terkait daerah rawan selama penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan ini. “Kami tidak ingin menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Jadi, data kerawanan menjadi bahan kami untuk pengamanan sehingga tidak dikeluarkan ke publik,” katanya.
Ditambahkannya, untuk pengamanan akan menerjunkan personel sebanyak 745 orang. Hingga saat ini, para petugas sudah disebar, salah satunya untuk mengamankan di kantor KPU dan Bawaslu Gunungkidul. “Kami akan semaksimal mungkin menjaga wilayah Gunungkidul tetap aman dan kondusif,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Kemkomdigi membuka kanal pengaduan kuota internet melalui 159 dan meminta operator memenuhi perlindungan sisa kuota sesuai putusan MK.
Pabrik es KNMP Poncosari Bantul belum optimal karena harga jual dan persaingan es balok, ditambah minimnya hasil tangkapan nelayan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru 25 persen sekolah mengajarkan coding dan AI, mulai kelas 5 SD hingga SLTA.
Sofyan/Akbar meraih perak voli pantai Asian Games 2026. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 10 perak, 23 perunggu.