Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Ilustrasi aktivitas pembuangan sampah di TPST Piyungan. Foto diambil beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, WATES--Dari sekitar 200.000 meter kubik sampah per tahunnya yang dihasilkan di Kulonprogo, hanya 38.394 meter kubik per tahun sampah saja yang bisa tertangani.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan, Air Limbah, dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Toni mengatakan, pihaknya hanya bisa menangani sampah di Kulonprogo sampai 38.394 meter kubik saja dalam setahun.
"38.394 meter kubik sampah per tahunnya yang tetangani, sisanya sampah yang berserakan yang tidak tetangani atau juga yang diolah," ujar Toni pada Harian Jogja, Selasa (12/3/2019). Sementara menurutnya, total sampah di Kulonprogo bisa sampai 200.000 meter kubik per tahunnya.
Jawatannya mengangkut sampah yang sudah menjadi residu ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia mengatakan, selain sampah residu yang dibuang ke TPA, ada juga pengelolaan sampah di masyarakat melalui tempat pembuangan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS 3R) dan bank sampah.
Residu sampah semuanya bermuara pada sebuah TPA seluas satu hektar di Desa Banyuroto, Nanggulan. Menurut Toni, meskipun ada TPS 3R dan bank sampah, namun keberadaan keduanya tidak maksimal dalam mengolah sampah.
Toni mengatakan, TPS 3R di Kulonprogo saat ini ada sembilan. Menurutnya residu sampah yang dihasilkan oleh TPS 3R mencapai 70% dari total sampah. Sementara yang bisa terolah di TPS 3R hanya 30% saja.
Kabid Tata Lingkungan DLH Kulonprogo, Heni Hermawati mengatakan, selain dengan TPS 3R, pengolahan sampah di Kulonprogo juga melalui adanya bank sampah. Saat ini, di Kulonprogo hanya ada 116 bank sampah. Bank sampah tersebut bisa mengolah sampai 3.000 meter kubik per tahunnya.
"Dari 116 bank sampah itu tidak semuanya aktif. Kami coba dorong, sampai tingkat dusun, agar tiap dusun itu membuat bank sampah. Jadinya sampah di tingkatan dusun itu tidak kemudian langsung dibuang, tapi bisa diolah di bank sampah," ujar Heni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persija Jakarta memimpin klasemen Super League 2026/2027 dengan 12 poin. Dewa United membuntuti, sedangkan Bali United berada di posisi ketiga.
Disdag Kota Jogja mengakui belum memiliki sistem memadai untuk menghitung perputaran uang di pasar rakyat. Data masih mengandalkan festival dan kajian omzet.
Soukphachan Lueanthala dilaporkan ditahan terkait dugaan pengaturan skor Piala AFF 2026. Federasi dan polisi Laos belum mengonfirmasi penangkapan.
Nelayan Pantai Depok, Bantul, mengurangi aktivitas melaut karena gelombang pasang. Hasil tangkapan minim juga membuat biaya operasional sulit tertutupi.
Nilai pasar sejumlah pemain Timnas Indonesia meningkat setelah FIFA ASEAN Cup 2026. Elkan Baggott, Maarten Paes, dan Nathan Tjoe-A-On masuk daftar.