Target Pajak 11 Persen, Kemenkeu Hadapi Tantangan Global
Kemenkeu kejar target tax ratio 11 persen sesuai arahan Presiden Prabowo, namun dihadang tantangan ekonomi global.
Ilustrasi aktivitas pembuangan sampah di TPST Piyungan. Foto diambil beberapa waktu lalu./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, WATES--Dari sekitar 200.000 meter kubik sampah per tahunnya yang dihasilkan di Kulonprogo, hanya 38.394 meter kubik per tahun sampah saja yang bisa tertangani.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan, Air Limbah, dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Toni mengatakan, pihaknya hanya bisa menangani sampah di Kulonprogo sampai 38.394 meter kubik saja dalam setahun.
"38.394 meter kubik sampah per tahunnya yang tetangani, sisanya sampah yang berserakan yang tidak tetangani atau juga yang diolah," ujar Toni pada Harian Jogja, Selasa (12/3/2019). Sementara menurutnya, total sampah di Kulonprogo bisa sampai 200.000 meter kubik per tahunnya.
Jawatannya mengangkut sampah yang sudah menjadi residu ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia mengatakan, selain sampah residu yang dibuang ke TPA, ada juga pengelolaan sampah di masyarakat melalui tempat pembuangan sampah reuse, reduce, dan recycle (TPS 3R) dan bank sampah.
Residu sampah semuanya bermuara pada sebuah TPA seluas satu hektar di Desa Banyuroto, Nanggulan. Menurut Toni, meskipun ada TPS 3R dan bank sampah, namun keberadaan keduanya tidak maksimal dalam mengolah sampah.
Toni mengatakan, TPS 3R di Kulonprogo saat ini ada sembilan. Menurutnya residu sampah yang dihasilkan oleh TPS 3R mencapai 70% dari total sampah. Sementara yang bisa terolah di TPS 3R hanya 30% saja.
Kabid Tata Lingkungan DLH Kulonprogo, Heni Hermawati mengatakan, selain dengan TPS 3R, pengolahan sampah di Kulonprogo juga melalui adanya bank sampah. Saat ini, di Kulonprogo hanya ada 116 bank sampah. Bank sampah tersebut bisa mengolah sampai 3.000 meter kubik per tahunnya.
"Dari 116 bank sampah itu tidak semuanya aktif. Kami coba dorong, sampai tingkat dusun, agar tiap dusun itu membuat bank sampah. Jadinya sampah di tingkatan dusun itu tidak kemudian langsung dibuang, tapi bisa diolah di bank sampah," ujar Heni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.