Hari Pertama Bulan Tertib Jalan, Satpol PP DIY Bongkar Ratusan Reklame Ilegal
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
Ilustrasi petugas sedang memeriksa kondisi produk yang dijual di sebuah toko modern belum lama ini./Ist.- Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY
Harianjogja.com, WATES--Jumlah e-warung yang menjadi Toko Milik Kulonprogo (Tomiku) sampai saat ini baru ada dua. Rencananya setelah evaluasi di April 2019 nanti, jumlah e-warong yang menjadi Tomiku akan ditambah.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Eka Pranyata mengatakan pihaknya sampai saat ini hanya mengembangkan e-warong menjadi Tomiku pada dua e-warong saja. "Itu di awal hanya sebagai percontohan saja," kata Eka pada Harian Jogja, Sabtu (9/3/2019).
Eka mengatakan, pihaknya masih memberikan sosialisasi pada semua e-warong di 12 kecamatan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. "Kami berikan sosialisasi supaya ada upaya dari e-warong untuk meningkatkan pelayanannya kepada KPM [Keluarga Penerima Manfaat], mengurangi antrean, memberikan perubahan dan upaya mereformasi e-warong menjadi Tomiku," jelas Eka.
Menurut Eka, nantinya, ketika e-warong menjadi Tomiku, tidak hanya bisa melayani KPM untuk pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) saja, tapi bisa juga melayani masyarakat secara umum dan digunakan untuk pelayanan-pelayanan lainnya seperti pembayaran listrik atau air minum.
Eka mengatakan, sampai akhir Maret pihaknya melakukan sosialisasi ke semua e-warung. Lalu, di April nanti, pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh pada e-warung. "Kami upayakan ada penambahan e-warong yang menjadi Tomiku setelah evaluasi April nanti," ujar Eka.
Sampai saat ini, total di Kulonprogo ada 111 e-warung. Kesemua e-warong tersebut bisa diakses KPM untuk memperoleh BPNT.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Sri Harmintarti mengatakan, pihaknya mendorong agar masyarakat bisa memaksimalkan adanya Tomiku di Kulonprogo. "Kalau ada yang berminat punya warung bisa sediakan, jadikan Tomiku. Agar usahanya bisa diakses warga miskin. Karena Tomiku ini menyediakan pangan dari Kulonprogo untuk warga Kulonprogo jug," kata Harmintarti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Satpol PP DIY menertibkan setidaknya ratusan buah sampah visual berupa spanduk, banner, dan rontek tak berizin di tiga titik.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.