Angka Stunting Sleman Turun Jadi 4,04%, Ini Dua Inovasi Barunya
Stunting Sleman turun menjadi 4,04% pada 2026. Pemkab meluncurkan Satu Data Stunting dan Mata Hati untuk memperkuat penanganan.
Penyerahan penghargaan / Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Pasar Sentul meraih predikat Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas Terbaik Pertama dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI tahun 2025. Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja pastikan tidak ada bahan kimia berbahaya dalam bahan pangan di Kota Jogja sejak tahun 2021.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja, Veronica Ambar Ismuwardani menyampaikan penghargaan tersebut merupakan komitmen Pemkot Jogja untuk memastikan bahan pangan yang ada di pasar rakyat merupakan bahan pangan yang aman dikonsumsi. Menurutnya, sejak tahun 2021, Pemkot Jogja berupaya menerapkan pasar yang menyediakan bahan pangan yang aman dikonsumsi masyarakat. Sejak saat itu, pihaknya telah direplikasi 11 dari 29 pasar rakyat di Kota Jogja menjadi pasar pangan aman berbasis komunitas.
“Bahkan dari 2021 hingga 2025 tidak ditemukan lagi bahan berbahaya pada bahan pangan seperti boraks maupun formalin,” dikutip dari laman Pemkot Jogja, Sabtu (25/10/2025).
Menurutnya, keamanan pangan menjadi modal untuk menjaga kepercayaan pengunjung untuk membeli kebutuhan pokok di pasar rakyat Kota Jogja. Dengan kepercayaan tersebut, menurutnya pasar rakyat tetap memiliki pelanggan tetap dan mampu bertahan di tengah perkembangan zaman.
“Pasar adalah tempat jual beli yang harus dibangun atas dasar kepercayaan. Ketika produk yang dijual aman, pedagang akan laris karena konsumen terus kembali bahkan merekomendasikan melalui word of mouth,” terangnya.
Dengan diraihnya penghargaan ini, sudah ada dua pasar rakyat di Kota Jogja yang mendapatkan pengakuan nasional sebagai pasar pangan aman berbasis komunitas. Sebelumnya, Pasar Prawirotaman meraih Juara II tingkat nasional pada 2023.
Sebagai upaya untuk menjaga keamanan pangan, Pemkot Jogja juga menyediakan layanan Pojok Tes Kit di Pasar Prawirotaman. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan pedagang untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya pada produk pangan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : https://warta.jogjakota.go.id
Stunting Sleman turun menjadi 4,04% pada 2026. Pemkab meluncurkan Satu Data Stunting dan Mata Hati untuk memperkuat penanganan.
Kemnaker mengingatkan pekerja mewaspadai penipuan BSU 2026 melalui tautan palsu, pesan WhatsApp, dan permintaan data pribadi.
Gerindra mendalami informasi dugaan pertemuan tokoh oposisi dengan Dubes Singapura. Dino Patti Djalal membantah kabar tersebut dan menyebutnya fiktif.
Wamen ESDM Yuliot memaparkan capaian transformasi energi Indonesia, termasuk biodiesel B50, elektrifikasi 99,85 persen, dan 18 proyek prioritas.
Hujan deras dan kabut menunda MotoGP Australia 2026 di Phillip Island. Veda Pratama dijadwalkan start terdepan di kelas Moto3.
Kemenkes mencatat 109,3 juta peserta Cek Kesehatan Gratis, 21 RSUD baru beroperasi, dan estimasi insiden TB turun pada 2026.