Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Suasana di Pasar Pithik di Kalurahan Kepek, Wonosari, Sabtu (13/6/2026)/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengelolaan Pasar Pithik di Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, dipastikan akan beralih dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kepada Pemerintah Kalurahan Kepek setelah masa kontrak tanah kas desa berakhir pada Desember 2026.
Meski terjadi pergantian pengelola, para pedagang ayam dipastikan tetap dapat berjualan di lokasi yang sama tanpa relokasi maupun penggusuran.
Kepastian tersebut menjadi kabar penting bagi ratusan pedagang yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonomi di pasar unggas legendaris tersebut. Hingga akhir tahun, pengelolaan pasar masih berada di bawah Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul sebelum resmi diserahkan kepada pemerintah kalurahan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan upaya memperpanjang pemanfaatan tanah kas desa yang digunakan sebagai Pasar Pithik tidak dapat dilakukan karena pihak kalurahan memilih mengelola secara mandiri.
“Kontraknya akan habis Desember nanti. Tapi, upaya perpanjangan TKD yang dipergunakan untuk pasar unggas atau Pithik tidak diberikan oleh kalurahan,” kata Kelik, Minggu (14/6/2026).
Menurut dia, dinas telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang terkait perubahan pengelolaan yang akan berlangsung setelah masa kontrak berakhir.
“Kami sudah melakukan sosialisasi dengan para pedagang terkait dengan kelanjutan pasar ini,” ujarnya.
Selain rencana pengelolaan mandiri oleh kalurahan, lokasi di kawasan Pasar Pithik juga masuk dalam rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Meski demikian, aktivitas perdagangan unggas dipastikan tetap berjalan seperti biasa.
Kelik menjelaskan berdasarkan dokumen yang diterima, pengelolaan pasar ke depan akan dilakukan melalui Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal). Adapun pengelolaan oleh Pemkab Gunungkidul tetap berlangsung hingga kontrak berakhir pada akhir tahun ini.
“Untuk pengelolaan yang kami lakukan masih akan berlangsung hingga akhir tahun,” katanya.
Terpisah, Lurah Kepek, Bambang Setiyawan, membenarkan bahwa pemerintah kalurahan telah lama menyiapkan pengambilalihan pengelolaan Pasar Pithik. Wacana tersebut bahkan sudah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sejak 2022.
“Bupatinya dulu masih Pak Sunaryanta. Hasil koordinasi bisa dikelola secara mandiri, asalkan adanya BUMKal yang mengelola,” kata Bambang.
Menurut dia, seluruh persyaratan telah terpenuhi karena BUMKal di Kalurahan Kepek sudah terbentuk. Oleh karena itu, ketika masa kontrak berakhir, pengelolaan pasar dapat langsung dialihkan tanpa mengganggu aktivitas ekonomi para pedagang.
Bambang menegaskan tidak ada rencana memindahkan Pasar Pithik dari lokasi saat ini yang telah menjadi pusat perdagangan unggas sejak puluhan tahun lalu.
“Pedagang tidak perlu khawatir karena Pasar Pithik tidak akan pindah karena tidak ada penggusuran. Yang berpindah hanya pengelolaan dari pemkab ke pemerintah kalurahan,” katanya.
Terkait pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di kawasan pasar, Bambang memastikan keberadaan fasilitas baru tersebut tidak akan mengurangi ruang usaha para pedagang.
“Masih ada lahan untuk pembangunan jadi nantinya bisa saling melengkapi. Jadi, para pedagang ayam tetap bisa berjualan seperti biasa,” kata Bambang.
Pasar Pithik di Kalurahan Kepek telah menjadi salah satu pusat perdagangan unggas terbesar di Gunungkidul sejak era 1980-an. Dengan kepastian tidak adanya relokasi serta rencana pengelolaan melalui BUMKal, keberadaan pasar diharapkan tetap menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus dapat berkembang bersama fasilitas baru yang akan dibangun di kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Jorge Lorenzo akui teknik menikung Marc Marquez di tikungan kiri mustahil ditiru. Gaya pengereman dan sliding jadi rahasia kehebatan The Baby Alien.
Malas bersih-bersih? Terapkan 7 trik rumah tetap rapi ini. Cukup 10 menit sehari, rumah bersih tanpa menguras tenaga. Cocok untuk Anda yang sibuk!
PSS Sleman menyiapkan kedalaman skuad dan rotasi pemain untuk menghadapi Super League dan League Cup musim 2026/2027.
KPK catat lonjakan OTT Semester I 2026 dengan 7 kepala daerah terjaring. Asset recovery capai Rp 59,99 miliar. Simak data lengkap penindakan korupsi terbaru.
Timnas Indonesia siap hadapi Timor Leste di Stadion Chonburi, Jumat (31/7). Siaran langsung RCTI & iNews. Poin krusial demi tiket semifinal Piala AFF 2026.