Kopi Keliling dan Darling Merapi Siap Jangkau Titik Keramaian dan Wisata di Sleman
Kopi Keliling dan Darling Merapi diluncurkan di Sleman untuk memperluas pemasaran Kopi Nirmalagiri dengan dukungan Rp599,7 juta.
Seorang pengendara bermotor sedang melintas depan Pasar Induk Godean, Senin (13/10/2025)../ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menunda rencana pemindahan atau relokasi pedagang pasar ke Pasar Induk Godean yang semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu (15/9/2025). Penundaan dilakukan karena ditemukan kebocoran pada talang di lantai dua pasar yang diresmikan Presiden Joko Widodo setahun lalu tersebut.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Aris Herbandang, mengatakan secara umum kondisi Pasar Induk Godean sudah siap digunakan. Namun, masih terdapat beberapa titik yang perlu diperbaiki.
“Ada kios yang saat hujan beberapa waktu lalu mengalami kebocoran pada talang. Sebelumnya tidak bocor, tapi belakangan mulai bocor. Jadi kami putuskan untuk menunda dulu pemindahan agar dagangan pedagang tidak basah. Lebih baik diperbaiki dulu agar tidak merugikan pedagang,” ujar Aris saat ditemui di Pasar Induk Godean, Senin (13/10/2025).
Selain masalah kebocoran, terdapat kendala lain berupa perbaikan jalan provinsi dari perempatan Pasar Godean ke arah barat. Kondisi tersebut menghambat mobilitas pedagang dan proses pemindahan barang.
Disperindag Sleman masih akan berkoordinasi dengan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, untuk menentukan jadwal baru perpindahan pedagang sekaligus peresmian operasional pasar.
“Kami akan mencari waktu yang tepat untuk pemindahan. Koordinasi dengan pedagang sudah dilakukan, dan kami akan melaporkan perkembangan ini kepada Bupati terlebih dahulu,” jelas Aris.
Sebelumnya, pada Kamis (28/8/2025), Pemkab Sleman bersama sebelas kelompok komoditas pedagang telah mencapai kesepakatan terkait penataan Pasar Induk Godean. Dalam kesepakatan tersebut, pedagang kuliner belut disepakati bergabung dengan kelompok makanan kering, sedangkan pedagang kelontong akan menempati lantai dua dan tiga pasar.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan pentingnya dukungan pedagang dalam proses penataan pasar, terutama dalam hal pengaturan parkir dan ketertiban.
“Kami berharap Pasar Induk Godean dapat menjadi pasar rakyat percontohan yang transparan, tertib, dan mampu memperkuat perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, hingga Senin (13/10/2025) sejumlah gledek atau tempat penyimpanan barang pedagang yang terbuat dari jaring logam masih belum sepenuhnya selesai dikerjakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kopi Keliling dan Darling Merapi diluncurkan di Sleman untuk memperluas pemasaran Kopi Nirmalagiri dengan dukungan Rp599,7 juta.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.