Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Ilustrasi internet/Bisnis.com
Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo memberi pelatihan website kepada 11 Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di ruang rapat Binangun IV kompleks Pemkab Kulonprogo, Wates, Rabu (20/3/2019). Pelatihan ini bertujuan mendukung program smart city yang tengah digaungkan pemerintah Kulonprogo.
Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik, Diskominfo Kulonprogo, Sigit Purnomo mengatakan di era digital seperti sekarang, semua hal sudah berbasis teknologi. Sehingga dengan adanya pelatihan website, KIM dapat aktif dalam membuat berita dan mengisi konten di websitenya masing-masing.
Keberadaan KIM sendiri merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah kabupaten untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sedangkan Diskominfo Kulonprogo dalam hal ini bertindak sebagai penanggungjawab atas pembinaan dan keberlanjutan KIM.
Agar KIM tetap semangat dalam mengemban tugas, Diskominfo berencana mengadakan KIM award yang dilangsungkan pada 2020 mendatang. Komisi Informasi DIY juga akan melibatkan KIM dalam penilaian Monev keterbukaan informasi badan publik.
“Dengan ini kami berharap bisa menumbuhkan semangat dalam pengelolaan KIM dan juga KIM di Kulonprogo dapat bertambah,” ujarnya, Rabu.
Sumber Rejeki, salah satu peserta pelatihan website KIM mengaku mendapat manfaat dari pelatihan ini. Menurutnya pelatihan tersebut dapat menambah pengetahuannya dalam hal menulis berita, sehingga bisa menyampaikan informasi secara dua arah yakni secara manual atau tatap muka dan melalui website.
Setelah pelatihan ini, Sumber Rejeki betekad membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan lebih cepat dan dalam jangkauan yang lebih luas. "Semoga bisa bermanfaat kepada masyarakat," kata dia.
Nantinya, website KIM akan diintegrasikan dengan laman milik Diskominfo agar layanan informasi lebih terdiseminasi.
Keberadaan KIM menurut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulonprogo, Agung Kurniawan sangat penting. Pasalnya kelompok tersebut menjadi penghubung informasi kepada masyarakat, terutama dalam menginformasikan keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kulonprogo yang belum lama ini diresmikan.
Terdapat 21 jenis pelayanan publik di MPP dan layanan perizinan menggunakan sistem Online Single Submission (OSS) serta aplikasi IzinKu sebagai layanan satu pintu berbasis jaringan untuk memangkas waktu pelayanan.
"MPP itu bertujuan meningkatkan integritas antar daerah dalam memberikan kemudahan berusaha dan pelayanan publik, jadinya perlu diinformasikan kepada masyarakat luas tentu salah satunya lewat KIM," kata Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.