Pria Bantul Bobol Ponsel Tetangga, Modus WhatsApp Palsu Raup Rp20 Juta
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
Suasana pelatihan kepada Bumdes dan Bumkal di DIY dan sekitarnya oleh FEB UI di Resto Kalibayem Jogja, Kasihan, Bantul, Kamis (14/8/2025)/ Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL–Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas manajemen dan keuangan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) di bidang peternakan, Kamis (14/8/2025) di Resto Kalibayem Jogja, Kasihan, Bantul. Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang wajib dilakukan dosen bersama mahasiswa FEB UI.
Guru Besar FEB UI, Prof. Rofikoh Rokhim menjelaskan pelatihan ini difokuskan pada pengelolaan organisasi, aset, dan keuangan BUMDes serta BUMKal agar dapat menjadi sumber daya produktif bagi masyarakat. “Kami memilih sektor peternakan karena terkait langsung dengan ketahanan pangan, penyediaan protein hewani, dan dukungan terhadap industri pariwisata di Jogja,” ujarnya.
BACA JUGA: Pengembalian Uang Oleh Bupati Pati Tidak Menghapus Pidana
Menurutnya, ketersediaan protein hewani seperti ikan, sapi, kambing, ayam, bebek, dan lele sangat penting untuk mencegah gizi buruk dan stunting. “Kalau suplai tidak terjaga, apalagi di daerah wisata seperti Jogja, bisa terjadi kelangkaan. Maka, Bumdes peternakan harus dikelola dengan baik dari hulu hingga hilir, termasuk pakan dan distribusi,” kata Rofikoh.
Pelatihan meliputi pembentukan struktur organisasi, pembagian tanggung jawab, strategi pemasaran, pencatatan laporan keuangan, hingga perlindungan aset melalui asuransi. FEB UI juga bekerja sama dengan perbankan untuk mengenalkan asuransi mikro bagi ternak dan infrastruktur pendukung. “Peternak harus aman secara usaha. Kalau ada banjir, kebakaran, atau penyakit, aset tetap terlindungi,” tambahnya.
Ketua Tim, Elok Savitri Pusparini menilai potensi BUMDes peternakan sangat besar untuk mengelola sumber daya desa dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD). Namun, tantangan pengelolaan organisasi dan keuangan masih tinggi. “Karena itu, kami berkolaborasi dengan kampus lain untuk memberikan pembekalan manajemen dan keuangan yang melengkapi pengetahuan teknis peternakan yang sudah dimiliki pelaku BUMDes,” katanya.
Pelatihan ini juga diisi kunjungan lapangan ke sejumlah BUMDes peternakan di DIY untuk melihat langsung kondisi dan tantangan yang dihadapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.