Pembahasan Raperda Gunungkidul Dikebut, 3 Draf Segera Dibahas
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Ilustrasi kondisi salah satu ruangan SMPN 1 Purwosari, Gunungkidul terendam banjir, Minggu (17/3/2019). /Ist-BPBD Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp9 miliar untuk relokasi SMP Negeri 3 Saptosari. Alokasi dana ini berasal dari bantuan Pemerintah Pusat untuk pemulihan pascabadai Cempaka yang terjadi di akhir 2017 lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, untuk pemulihan bencana yang diakibatkan Badai Cempaka, pemkab mendapatkan bantuan sebesar Rp75 miliar. Dana ini rencananya untuk perbaikan sejumlah fasilitas seperti Jembatan Wonorejo, Desa Katongan, Nglipar dan Jembatan Jelok, Desa Beji, Patuk.
Selain itu, dana ini juga dimanfaatkan untuk memindahkan SMP Negeri 3 Saptosari ke tempat yang lebih aman sehingga tidak menjadi langganan banjir. “Sudah disiapkan dan rencananya dana relokasi untuk pembangunan sekolah baru mencapai Rp9 miliar,” kata Edy kepada wartawan, Kamis (21/3/2019).
Dia menjelaskan, anggaran sebesar Rp9 miliar hanya untuk pembangunan karena untuk pengadaan tanah tidak termasuk di dalamnya. “Jadi kalau dengan pengadaan tanah, maka anggarannya bisa lebih besar lagi. Sesuai rencana, gedung baru akan mulai dibangun di pertengahan tahun ini,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul membenarkan adanya relokasi gedung SMP Negeri 3 Saptosari ke tempat yang aman. Pemindahan sekolah bertujuan agar tidak menjadi langganan banjir. “Letaknya nanti tidak jauh dengan gedung yang lama sehingga para siswa tidak akan terkendala dengan pindahnya sekolah,” kata Bahron.
Dia menjelaskan, untuk dampak bencana yang diakibatkan Badai Savanna pada Minggu (17/3/2019) tidak hanya terjadi di SMP Negeri 3 Saptosari. Namun juga berdampak terhadap tujuh sekolah lain di Gunungkidul, yang terdiri dari tiga SMP dan tiga gedung SD.
Tiga SMP ini meliputi SMP Negeri 1 Tanjungsari, SMP Negeri 3 Gedangsari dan SMP Negeri 3 Semanu. Sedang tiga gedung SD meliputi SD Saptosari dan SD Petoyan 1, 2 di Purwosari. “Total ada delapan sekolah yang terkena dampak dari banjir,” kata Bahron.
Kepala Bidang TK dan SD, Disdikpora Gunungkidul, Sumarto menambahkan, untuk gedung SD yang terkena dampak banjir dikarenakan saluran drainanse di sekitar sekolah terjadi pendangkalan. Akibatnya hujan deras yang mengguyur membat lokasi sekolah menjadi terendam. “Kami sudah cek dan kondisi sekarang sudah kembali normal,” katanya.
Dia pun meminta agar kejadian yang sama tidak terulang, saluran drainanse yang ada diperdalam sehingga mampu menampung dan membuang air lebih banyak. “Ya kalau lancar maka tidak akan menimbulkan genangan sehingga banjir bisa dicegah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Cara menyimpan video Instagram tanpa aplikasi tambahan bisa dilakukan lewat fitur bawaan maupun browser. Simak langkah mudah dan aman berikut ini.
Biaya perpanjangan izin tinggal di Jepang naik drastis mulai Oktober 2026. Izin tinggal tetap melonjak 1.900% jadi 200.000 yen. Simak daftar lengkapnya.
Belanja Pemkot Jogja dalam APBD Perubahan 2026 naik Rp205,12 miliar menjadi Rp2,11 triliun. Pemkot menyebut fiskal tetap terjaga.
Apple dikabarkan luncurkan iPhone lipat pertama pada 9 September 2026. Ini acara pertama CEO baru John Ternus. Harga diprediksi tembus Rp35 juta. Simak bocorann
Ariel Tatum resmi mengganti nama legal menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini setelah permohonannya dikabulkan PN Jakarta Selatan. Ini alasan di baliknya.