Drag Bike Sleman 2026 Jadi Magnet Sport Tourism, Catat Tanggalnya
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Ilustrasi toleransi antar umat beragama./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Penolakan yang menimpa menimpa Slamet Jumiarto untuk tinggal di Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul, mendapatkan perhatian serius dari Pemda DIY.
Persoalan yang sempat membelit Slamet saat ini sudah selesai. Slamet tetap akan tinggal di Karet. Masyarakat Dusun Karet juga sudah meminta maaf karena mengeluarkan peraturan yang melarang pendatang nonmuslim menetap di dusun tersebut. Peraturan itu sudah dihapus.
Meski demikian, Pemda DIY tetap akan mengambil kebijakan untuk mencegah persoalan serupa terjadi di tempat lain.
“Besok [Jumat, 5 April hari ini] kami akan gelar jumpa pers terkait sikap Pemda dan kebijakan ke depan yang harus dilakukan daerah,” kata Sekda DIY Gatot Saptadi saat dihubungi Harian Jogja, Kamis (4/4/2019).
Gatot menyatakan Pemda DIY akan meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk meninjau seluruh kebijakan yang ada di masyarakat agar kasus serupa tidak terulang kembali. Yang jelas, katanya, semuanya akan dijelaskan saat jumpa pers Jumat ini.
Sebelumnya, Gatot sudah bertemu dengan Slamet Jumiarto. Menurut dia, aturan yang dibuat oleh Dusun Karet tersebut tidak benar dan bertabrakan dengan wawasan kebangsaan Indonesia. “Saya tegaskan, masyarakat Indonesia itu berhak untuk tinggal di mana saja. Itu intinya. Aturan itu tidak benar,” katanya saat diminta tanggapan terkait kasus tersebut, Selasa (2/4).
Gatot mengatakan aturan tersebut juga tidak sesuai dengan UU dan tidak pas diterapkan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Jika ada warga mau tinggal, apapun keyakinan dan agamanya, tidak boleh dilarang. Kecuali, jika orang tersebut melakukan aktivitas atau kegiatan yang diharuskan memenuhi izin. Seperti kegiatan usaha dan lainnya.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Drag Bike Sleman 15 Agustus 2026 di Minggir jadi magnet sport tourism, dorong UMKM dan kampanye stop balap liar.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.