514 Taruna Akmil Ikuti Kirab Perpisahan di Magelang
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Ilustrasi toleransi antar umat beragama./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Penolakan yang menimpa menimpa Slamet Jumiarto untuk tinggal di Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul, mendapatkan perhatian serius dari Pemda DIY.
Persoalan yang sempat membelit Slamet saat ini sudah selesai. Slamet tetap akan tinggal di Karet. Masyarakat Dusun Karet juga sudah meminta maaf karena mengeluarkan peraturan yang melarang pendatang nonmuslim menetap di dusun tersebut. Peraturan itu sudah dihapus.
Meski demikian, Pemda DIY tetap akan mengambil kebijakan untuk mencegah persoalan serupa terjadi di tempat lain.
“Besok [Jumat, 5 April hari ini] kami akan gelar jumpa pers terkait sikap Pemda dan kebijakan ke depan yang harus dilakukan daerah,” kata Sekda DIY Gatot Saptadi saat dihubungi Harian Jogja, Kamis (4/4/2019).
Gatot menyatakan Pemda DIY akan meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk meninjau seluruh kebijakan yang ada di masyarakat agar kasus serupa tidak terulang kembali. Yang jelas, katanya, semuanya akan dijelaskan saat jumpa pers Jumat ini.
Sebelumnya, Gatot sudah bertemu dengan Slamet Jumiarto. Menurut dia, aturan yang dibuat oleh Dusun Karet tersebut tidak benar dan bertabrakan dengan wawasan kebangsaan Indonesia. “Saya tegaskan, masyarakat Indonesia itu berhak untuk tinggal di mana saja. Itu intinya. Aturan itu tidak benar,” katanya saat diminta tanggapan terkait kasus tersebut, Selasa (2/4).
Gatot mengatakan aturan tersebut juga tidak sesuai dengan UU dan tidak pas diterapkan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Jika ada warga mau tinggal, apapun keyakinan dan agamanya, tidak boleh dilarang. Kecuali, jika orang tersebut melakukan aktivitas atau kegiatan yang diharuskan memenuhi izin. Seperti kegiatan usaha dan lainnya.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Minggu 28 Juni 2026 didominasi cerah berawan dengan suhu udara berkisar 21 hingga 30 derajat Celsius.
Nilai SPMB SMA Jogja 2026 jalur domisili wilayah. SMAN 3 Yogyakarta mencatat nilai tertinggi 393,74, disusul SMAN 8 dan SMAN 1.
Petar Sucic mencetak gol spektakuler yang membawa Kroasia unggul 1-0 atas Ghana. Inggris masih bermain imbang tanpa gol melawan Panama di Grup L Piala Dunia 202
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.