Puluhan Ingkung Dibagikan Gratis di Parangkusumo

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Senin, 08 April 2019 19:17 WIB
Puluhan Ingkung Dibagikan Gratis di Parangkusumo

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo (tengah) saat meninjau peserta memasak ingkung di kawasan wisata Pantai Parangkusumo, Minggu (7/4/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata Bantul menggelar Festival Inkung dan Mie Des di Pantai Parangkusumo, kawasan Parangtritis, Kretek, Bantul, Minggu (7/4/2019). Festival dua jenis makanan tersebut melengkapi wisata kuliner di Bantul. Sebelumnya Dinas Pariwisata juga menggelar Festival Sate Klathak.

Sekitar 78 ekor ingkung dimasak oleh para pelaku usaha warung makan ingkung dari wilayah Guwosari, Pajangan, yang menjadi cikal bakal pengembangan kuliner inkung. Masing-masing peserta mengkreasikan masakan ingkung yang kemudian dinilai oleh dewan juri.

Setelah dinilai, ingkung yang sudah dimasak kemudian dibagikan kepada warga dan wisatawan yang ada di sekitar obyek wisata Parangkusumo. Ingkung atau masakan ayam utuh ini biasanya disajikan dalam acara-acara budaya di masyarakat Bantul, namun saat ini sudah tersedia di warung-warung makan khususnya di wilayah Pajangan, Bantul.

Selain ingkung, ratusan porsi mie des atau makan makanan khas Kecamatan Pundong juga dibagikan kepada warga dan wisatawan. Mie des ini hampir sama dengan mie pada umumnya, namun bahan pokok mie bukan dari tepung terigu, melainkan dari tepung singkong.

Cara memasak dan penyajian ingkung dan mie des tersebut dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh warga maupun wisatawan. Dalam kesempatan tersebut juga ada demo masak yang dilakukan oleh Chep Chep Dody Prakosa.

"Festival Ingkung dan Mie Des ini dalam rangka untuk memasarkan potensi kuliner Bantu khususnya yang ada di  wilayah Santan dan Kalakijo, Pajangan. Sementara mie des angkat kuliner desa wisata Surocolo, Pundong," kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata Bantul, Ni Nyoman Yudiriani, di sela-sela acara.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan Festival Ingkung dan Mie Des di Parangkusumo melengkapi fetival kuliner yang sudah digelar tahun lalu di kawasan obyek wisata yang sama, yakni Festival Sate Klatak. Pihaknya berencana menggelar fetival kuliner secara berkala untuk lebih mengenalkan kuliner Bantul kepada wisatawan.

Ia mengatakan masakan ingkung saat ini sudah mulai dikembangkan oleh masyarakat sampai luar Bantul. Demikian juga mie des dan sate klatak, sehingga kuliner Bantul memiliki potensi besar untuk dikembangkan. "Ketika berbicara inkung pasti lekat dengan Santan dan Kalakijo, Guwosarin Pajangan, karena daerah itu yang mengawali sampai sekarang sudah ada sekitar 20-an warung," kata dia.

Banyak potensi kuliner asal Bantul, kata dia, perlu dipromosikan kepada wisatawan agar wisatawan yang berkunjung ke bumi Projotamansari tersebut tidak hanya menikmati keindahan alamnya, melainkan makanannya sehingga semakin banyak masyarakat yang terdamak dari efek pariwisata.

"Festival ini menjadi salah satu ikhtiar kami dalam melestarikan,  mengembangkan, dan mempromosikan khasanah kuliner Bantul," ujar Kwintarto.

Ia berharap kegiatan itu menjadi inspirasi generasi muda untuk berkiprah serius dalam menggeluti kuliner khas Bantul karena hasilnya menjanjikan di tengah kemajuan pariwisata Bantul. Selain itu objek wisatanya juga semakin dikenal luas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online