Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Alat peraga kampanye banyak dipasang di beberapa lokasi, salah satunya terpasang di pohon di Jalan Kebon Agung, Desa Sinduadi, Mlati, Rabu (7/11/2018)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JOGJA-Masa tenang kampanye pemilu akan dimulai pada Senin (14/4/2019) hingga hari pemungutan suara. Selama rentang waktu itu, semua peserta pemilu tidak diperkenankan berkampanye atau memasang Alat Peraga kampanye (APK).
Ketua bawaslu Kota Jogja, Agus Inharto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sekitar 1.500 personil untuk patrol keliling mengamankan masa tenang. Personil ini nantinya akan dibagi mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga TPS.
selain memastikan tidak ada aktivitas kampanye, patroli keliling juga bertugas mengantisipasi terjadinya politik uang atau hasutan berbau Suku, Ras, Agama, dan Antar golongan (SARA). “Sampai ke lapangan atau TPS, kami antisipasi agar tidak terjadi politik uang,” katanya kepada harian Jogja, Sabtu (13/4/2019).
Jika nantinya menemukan praktek politik uang atau hasutan berbau SARA, tim patrol akan mengupayakan pencegahan dulu, tapi jika sudah terlanjur terjadi, maka tidak ada pilihan selain menindak. Dalam hal ini Bawaslu telah menyiapkan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu), yang terdiri dari Bawaslu, Reskrim dan Kejaksaan.
Sementara itu, Bawaslu Kota Jogja bekerjasama dengan Satpol PP untuk mencopoti APK yang masih terpasang selama masa tenang. Agus mengatakan, pencopotan dari pihaknya akan dilakukan pada Senin (15/4/2019) dan Selasa (16/4/2019). “Tapi kalau dari Panwaslu Kecamatan sudah dicicil mulai tanggal 14,” kata Agus.
Subandono, Calon Legislatif DPRD Kota Jogja Dapil 3 dari PDIP, mengatakan ia beserta timnya mulai mencopoti APK sejak Sabtu (13/4/2019) pagi. Sebelumnya ia telah memasang sekitar 100 APK berupa banner, bendera dan stiker di beberapa titik, terutama yang menjadi dapilnya, yakni Tegalrejo, Jetis dan Gedongtengen. “Nanti malam dilanjut sama tim saya nyopoti APK,” katanya.
Ketua Umum DPD PKS Kota Jogja, Muhammad Syafi’i, menjelaskan ia telah menginstruksikan kepada seluruh kader untuk mencopot seluruh APK mulai Sabtu (13/4/2019) malam. Ia sendiri tidak memiliki data yang tepat terkait jumlah APK, namun diperkirakan sekitar 5.000, yang terdiri dari spanduk, rontek dan baliho.
“Tapi kemungkinan bisa sampai dua sampai tiga malam baru selesai semua,” kata Syafi’i melalui telfon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ingin merencanakan kehamilan? Simak faktor penting seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup yang memengaruhi kesuburan.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Ribuan warga hadir dalam pengajian dan sholawatan HUT ke-110 Sleman. Bupati tekankan pembangunan spiritual dan kebersamaan.
Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Simak profil, kontrak, dan target The Blues di musim mendatang.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.