SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ilustrasi ibadah haji./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Rencana penambahan kouta haji menyusul adanya tambahan kuota sebanyak 10.000 jemaah masih belum jelas realisasinya. Hingga kini tambahan kouta masih dibahas Pemerintah Pusat.
Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIY, Sigit Warsito, menjelaskan hingga kini masih belum ada surat resmi dari Kementerian Agama terkait dengan penambahan kuota haji, termasuk petunjuk teknis dan pelaksanaan penambahan kuota. "Kami masih menunggu petunjuk dari Pusat, apakah penambahan kuota haji direalisasikan tahun ini atau tahun depan," katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (20/4/2019).
Tahun ini, jumlah jemaah calon haji asal DIY yang akan berangkat sebanyak 3.131 jemaah. Namun penambahan kuota untuk tahun ini bukan perkara mudah dan banyak konsekuensi jika direalisasikan mulai dari penambahan anggaran karena bertambahnya jumlah jemaah haji hingga penambahan petugas haji. Selain itu, jumlah kloter juga bertambah. Hal ini juga tergantung dari kesepakatan Pemerintah Pusat dan Dewan. "Tambahan kuota tidak sesederhana itu urusannya," kata Sigit.
Hal senada disampaikan Kepala Seksi Haji Kantor Kemenag Kota Jogja, Ahmad Mustafid Bimsyar. Diakuinya, belum ada informasi terkait dengan tindaklanjut penambahan kuota tersebut. Jika direalisasikan tahun ini, tambahan jumlah jemaah hanya sekitar 60 orang se DIY. "Itu kalau sama dengan tambahan kuota 10.000 di 2016. Tapi kami masih menunggu juklak dan juknisnya," katanya.
Tahun ini jumlah jemaah calon haji dari Kota Jogja sebanyak 410 jemaah. Jumlah tersebut masih bisa berubah mengingat pelunasan tahap kedua baru dimulai pada 30 April 2019. Setelah itu Kemenag membentuk kelompok terbang. Direncanakan seluruh jemaah berangkat pada Juli 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.