Spanyol Comeback, Taklukkan Inggris 3-2 di Wembley
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Para peserta uji kompetensi KKNI di SMKN 6 Jogja, Selasa (25/4/2019). /Ist-SMK 6.
Harianjogja.com, JOGJA--SMK Negeri 6 Kota Jogja untuk pertama kalinya menggelar fasilitasi uji sertifikasi kompetensi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk bidang perhotelan, restoran dan usaha perjalanan wisata. Kegiatan yang digelar sejak Kamis (25/4/2019) itu diikuti 203 pelajar sekolah tersebut. Para pelajar yang lolos akan mendapatkan sertifikat berlogo garuda emas dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang akan memudahkan siswa mencari lapangan kerja ketika sudah lulus.
Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1)SMKN 6 Jogja Eko Purwantiningsih menjelaskan, kegiatan uji sertifikasi kompetensi KKNI itu bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata khususnya Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan. Tahun ini merupakan pertama kalinya SMKN 6 Jogja mengadakan uji kompetensi KKNI level II setelah mendapatkan izin pada Desember 2018 silam.
“Kalau tahun 2018 silam belum level KKNI, ketika itu ujiannya masih klaster, jadi hanya ada satu klaster, untuk sekarang ini semua diujikan ada enam tahapan karena skemanya KKNI,” terangnya Jumat (26/5/2019).
Ia menambahkan dari 203 peserta yang mengikuti ujian terdiri atas, 60 siswa bidang perhotelan, 31 siswa bidang perjalanan wisata dan 31 siswa untuk bidang tata boga. Pihaknya menyiapkan 21 orang tim asesor untuk mendukung pelaksanaan ujian tersebut. Dari sisi fasilitas pihaknya sudah memiliki kelengkapan sebagai tempat uji kompetensi (TUK) dari sejumlah bidang uji tersebut.
“Untuk TUK-nya di SMK 6, mulainya 25 April sampai 3 Mei [2019], semua alat kelengkapan sudah ada jadi pelaksanaan di lingkungan sekolah, menyesuaikan dengan standar industri,” katanya.
Ia mengatakan dengan skemanya KKNI materi uji memang lebih berat dibandingkan sebelumnya, tetapi nilai sertifikat lebih tinggi terutama sebagai portofolio dalam mencari pekerjaan. Khusus untuk perhotelan mengikuti enam klaster mata uji, usaha perjalanan wisata empat klaster dan tata boga enam klaster. Keenamnya klaster tersebut harus lulus semua untuk mendapatkan sertifikat dari BNSP berlogo garuda emas.
“Kalau ada yang tidak kompeten misalnya, maka tidak bisa mendapatkan sertifikat. Tetapi ada kesempatan mengulang, satu klaster ada kekurangan memperbaiki ke klaster berikutnya. Ini skema KKNI level dua baru tahun ini diujikan karena tahun sebelumnya skemanya hanya klaster hanya ada satu klaster yang diujikan ini langsung enam,” ucapnya.
Dalam proses ujian tersebut para siswa harus mengenakan seragam sesuai standar industri saat bekerja di perusahaan. Mereka juga harus mampu menjalankan pekerjaan sesuai bidang uji masing-masing, seperti tata boga mulai membuat makanan hingga menyajikan dengan benar. Dalam pembukaan kegiatan itu dihadiri Kabid Dikmenti Disdikpora DIY Isti Triasih dan Kabid Pengembangan Kapasita Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIY Wardoyo.
“Sertifikat dari ujian ini akan menjadi nilai plus bagi siswa,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.
Turki vs Italia di Nations League 2026 digelar di Bursa. Simak jadwal, kondisi pemain, perkiraan susunan, dan rekor pertemuan kedua tim.
Presiden Prabowo Subianto memberhentikan sementara Wagub Babel Hellyana terkait kasus pidana. Gubernur kini menjalankan tugas wakil gubernur.
Seluruh kabupaten/kota di DIY mengajukan tambahan kuota Pertalite ke BPH Migas menjelang libur Nataru 2026.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.