Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, JOGJA- Perolehan suara PDIP DIY pada Pemilu 2019 yang merajai sejumlah daerah menjadi modal utama untuk menyapu bersih Pilkada 2020.
Jika pada Pilkada 2017 lalu seluruh kandidat yang diusung PDIP baik Bantul, Sleman dan Gunungkidul kalah, pada Pilkada tahun depan partai moncong putih siap merebut kembali takhta yang hilang.
"Kami akan mengusung calon sendiri. Tidak hanya di Gunungkidul, tetapi juga di Bantul dan Sleman. Di tiga Pilkada 2020 nanti kami usung calon sendiri. Target kami menang, kader-kader terbaik kami siapkan," kata Ketua DPD PDI-P DIY Bambang Praswanto, Rabu (15/5/2019).
PDIP juga terbuka untuk partai lain bergabung. Syaratnya, kata Bambang, partai lain yang mau bergabung harus mau mendukung program presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma\'ruf Amin.
"Kalau [partai] lainnya mau bergotong-royong [koalisi dengan PDIP] tidak masalah. Yang penting sesuai visi misi dan mau mendukung program Jokowi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.