Tiba di Pekalongan, Walikota Sambut Kedatangan 210 Jemaah Haji
Walikota sambut 210 jemaah haji Pekalongan yang tiba dari Tanah Suci. Satu jemaah wafat di perjalanan, suasana haru warnai kepulangan.
Ilustrasi wisuda perguruan tinggi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA– Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) memastikan saat ini di DIY seluruh PTS di wilayah ini telah mengantongi akreditasi. Dari 103 PTS di DIY, sekitar 75% mengantongi akreditasi A dan B, sedangkan sisanya terakreditasi C. Adapun jumlah prodi bertambah dari 400 prodi menjadi 600 prodi.
Kepala LLDIKTI Wilayah V Periode 2014-2018 Bambang Supriyadi mengatakan saat pertama kali menjabat jumlah PTS di DIY sebanyak 115 unit atau berkurang 12 unit. Berkurangnya jumlah PTS tersebut sebagian karena mati suri dan lainnya ditutup. "Terakhir ada tiga PTS yang tutup karena jumlah dosen dan mahasiswa terus berkurang," katanya seusai menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kamis (16/5/2019) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan. Bambang berpamitan kepada Sultan usai menunaikan tugasnya di LLDikti Wilayah V.
Menurut Bambang, penurunan jumlah perguruan tinggi di DIY bukan menjadi masalah. Jumlah tersebut turun karena LLDIKTI V sengaja menutup PTS yang memang dinilai tidak layak beroperasi. Menurutnya hal itu dinilai lebih baik daripada masyarakat tidak dirugikan.
"Kalau masyarakat salah pilih PTS sehingga nantinya akan menyulitkan. Saat ini yang dianggap penting bukanlah jumlah PTS atau PTNnya, namun program studinya," katanya.
Sekarang, kata Bambang, meskipun DIY memiliki 103 PTS namun jumlah prodinya meningkat lebih dari 600 prodi atau meningkat 200 prodi. Kondisi tersebut dinilai Bambang yang menarik minat mahasiswa luar daerah menuntut ilmu ke Jogja. Selain itu, total 103 PTS yang telah terakreditasi tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa. "PTS harus bersiap-siap memenuhi target akreditasi yang baru sehingga kualiats PTS di DIY makin meningkat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Walikota sambut 210 jemaah haji Pekalongan yang tiba dari Tanah Suci. Satu jemaah wafat di perjalanan, suasana haru warnai kepulangan.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.
Pemerintah siapkan digital single ID berbasis AI untuk bansos lebih tepat sasaran dan kurangi kebocoran anggaran.