Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Ilustrasi kecelakaan/Ist
Harianjogja.com, BANTUL- Sebanyak empat orang meninggal dunia dalam kecelakaan selama Operasi Ketupat Progo 2019 atau operasi pengamanan lebaran yang dimulai sejak 29 Mei hingga 10 Juni lalu. Polisi menyebut kecelakaan karena kelalaian pengendara.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bantul, AKP Cerryn Nova Madang Putri mengatakan total kejadian kecelakaan di Bantul selama Operasi Ketupat Progo 2019 sebanyak 19 kejadian, dengan korban meninggal empat orang, luka ringan 25 orang, dan total kerugian materi sebanyak sekitar Rp10,9 juta.
Kecelakaan terbanyak di Jalan Srandakan, Jalan Bantul, dan Jalan Parangtritis. Jalur tersebut selama ini diakuinya memang rawan karena jalur lurus dan lebar sehingga memacu pengendara untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Sementara banyak juga persimpangan di jalur tersebut.
Kendati demikian, Cerryn mengatakan angka kecelakaan pada Operasi Ketupat Progo tahun ini menurun jika dibandingkan Operasi Ketupat Progo tahun lalu. “Tahun lalu kejadian ]selama Operasi Ketupat Progo] ada 23 kasus kecelakaan, tahun ini tercatat 19 kejadian. Tapi tahun ini korban meninggal ada empat orang,” kata Cerryn, melalui sambungan telepon, Rabu (12/6/2019).
Meski jumlah kecelakaan menurun, namun Cerryn mengaku petugas pengamanan jalur di lapangan sempat keteteran terutama setelah lebaran kedua dan ketiga. Arus balik di Jalan Parangtritis dan Jalan Imogiri Timur tiba-tiba padat. Kondisi tersebut sebelumnya tidak terprediksi sehingga petugas tidak terlalu banyak.
Akhirnya sejumlah petugas di beberapa jalurpun diperbantukan untuk mengatur lalu lintas pada H+2 hingga H+4 lebaran, “Kami kerahkan petugas tambahan dan tim urai kepadatan merapat ke Jalan Parangtritis dan Jalan Imogiri dan terkondisi dengan baik meski ada penumpukan kendaraan,” kata dia.
Menurut Cerryn, penumpukan kendaraan di dua jalur yang terprediksi pada arus balik lebaran tersebut karena rekayasa lalu lintas dari Gunungkidul yang mengalihkan kendaraan arus balik melalui jalur selatan sehingga dampaknya Jalan Parangtritis dan Jalan Imogiri padat.
Cerryn menambahkan jalur Pleret-Dlingo dan Imogiri-Mangunan yang sempat dikhawatirkan akhirnya tetap aman dan tiak ada kecelakaan di dua jalur tersebut. Namun sejumlah kendaraan terpantau banyak yang tidak kuat menanjak di Jalur Cinomati dan dapat teratasi oleh petugas dan relawan di jalur itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 23 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.