PDAM Sleman Petakan Wilayah Rawan Air Hadapi Kemarau Panjang
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
Ilustrasi lansia/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Peringatan Hari Lanjut Usia (HLUN) tahun ini digelar pada Minggu (16/6/2019) lusa di Kulonprogo. Sedikitnya 6.000 orang lanjut usia (lansia) akan mengikuti berbagai kegiatan yang dipusatkan di laguna Pantai Glagah.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) DIY Peni Sumarwati mengatakan peringatan HLUN dilakukan tidak hanya menghormati para sepuh tetapi juga mengajarkan generasi muda.
Rahun ini, tuan rumah peringatan LHUN untuk DIY jatuh ke Kulonprogo. “Kegiatan digelar pada 16 Juni mendatang menjadi perayaan yang cukup besar dan menghadirkan Sri Sultan HB X,” katanya, Jumat (14/6).
Peni mengatakan peringatan HLUN tahun ini mengangkat tema Lanjut Usia Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat agar masyarakat khususnya keluarga tidak menjadikan para lansia sebagai beba, tetapi bagaimana memperlakukan lansia agar lebih baik. Dengan memelihara kesehatan lansia, dan menjaga kebutuhan minatnya, para lansia masih bisa berkarya selama mungkin dan sebisa mungkin.
“Para lansia jika diopeni benar kesehatannya, diberi kegiatan sesuai dengan minatnya akan gembira, lebih sehat dan lebih berkarya. Dengan begitu, upaya untuk mewujudkan lansia yang mandiri dan sejahtera, juara lahir dan batin bisa terwujud,” tutur Peni.
Dia mengingatkan semua lansia merupakan orang tua yang harus dihormati. Jika kondisi para lansia sehat dan berdaya, maka masyarakat sejahtera juga bisa mewujudkan kesejahteraannya. Karena itu, para generasi muda dituntut memahami dan menghargai kondisi para lansia.
Keterlibatan generasi muda dimaksudkan agar untuk membangun karakter generasi muda dan menanamkan nilai-nilai sosial agar peduli kepada para sepuh. Apalagi masyarakat DIY mengedepankan nilai-nilai budaya yang adiluhung.
Ketua Komda Lansia DIY Suripto berharap agar keberadaan para lansia terus mendapatkan perhatian khusus. Tidak hanya oleh pemerintah tetapi juga seluruh masyarakat. Alasannya, keberadaan lansia di DIY paling tinggi di Indonesia. Dari sekitar 3,5 juta jiwa penduduk DIY ada sekitar 13% sampai 14% lansia sehingga pelayanan bagi mereka harus terus ditingkatkan.
Manager Jogja Pro Eko Soetarmo mengungkapkan kegiatan HLUN diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai senam lansia, kesenian, paduan suara, dan perlombaan yang melibatkan para lansia. Seperti lomba menggunakan stagen dan lomba yang bersifat ringan lainnya.
Tahun ini juga digelar bedah kamar lansia, untuk lima orang lansia yang dipilih. Mereka berasal dari dua lansia dari Kulonprogo, dan tiga lansia baik dari Kota Jogja, Bantul maupun Sleman. “Masih ada kegiatan khusus dari Kulonprogo, tapi tahapannya masih berjalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.