Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Ilustrasi petasan./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA- Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta harus mengeluarkan tenaga tambahan untuk membersihkan sampah sisa pembakaran petasan berupa serpihan-serpihan kertas yang berserakan di Alun-Alun Utara Yogyakarta, yang menjadi tempat orang menyalakan petasan sebelum sampai setelah Idulfitri.
"Sampah berupa serpihan-serpihan kertas akibat sisa pembakaran petasan ini sangat sulit dibersihkan, apalagi jika sisa kertas ini terselip di antara rerumputan," kata Kepala Seksi Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Ahmad Haryoko di Yogyakarta, Sabtu (15/6/2019).
DLH Kota Yogyakarta menerjunkan 10 petugas kebersihan untuk membersihkan sampah sisa pembakaran petasan. "Meskipun sulit karena sampahnya ringan dan terselip di rerumputan yang tinggi, tetapi kami upayakan agar Alun-Alun Utara bersih dari sampah. Jika kotor, maka akan mengganggu kenyamanan wisatawan atau masyarakat yang melintas," kata Ahmad.
Ia pun berharap masyarakat tidak lagi menyulut petasan karena hanya akan memberikan dampak tidak baik, mulai dari polusi udara, polusi suara hingga menimbulkan sampah yang sulit dibersihkan.
"Petasan hanya akan mengganggu saja. Lebih baik tidak usah dibakar. Lingkungan pun nyaman dan kebersihan terjaga," katanya.
Petugas kebersihan yang ikut menyapu sampah sisa petasan, Redjo, mengaku kecewa dengan sikap masyarakat yang seenaknya mengotori lingkungan di Alun-Alun Utara Yogyakarta yang terletak berdekatan Keraton Yogyakarta sebagai simbol budaya.
"Seharusnya masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah atau menumpuk sampah sembarangan meskipun sudah ada petugas yang membersihkan," katanya.
Ia mengatakan tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya berada di tangan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta saja tetapi juga masyarakat, meskipun tugas utama petugas kebersihan adalah untuk menjaga kebersihan dengan penyapuan rutin.
Para petugas menyapu serpihan kertas sisa petasan lalu mengumpulkannya ke dalam bak sepeda motor roda tiga untuk kemudian mengangkutnya ke depo sampah terdekat.
Sebelumnya, Kepala DLH Kota Yogyakarta Suyana mengatakan sudah membentuk satuan tugas kebersihan yang akan diterjunkan sewaktu-waktu untuk membersihkan lingkungan selama libur Lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.