Advertisement
Delapan Hektare Sawah di Bantul Kebanjiran
Advertisement
http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/03/delapan-hektare-sawah-di-bantul-kebanjiran-364302/sawah-sragen" rel="attachment wp-att-364304">http://images.harianjogja.com/2013/01/SAWAH-370x270.jpg" alt="" width="370" height="270" />BANTUL -- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bantul sejak Rabu (2/1/2013) sore selain menyebabkan longsor di beberapa titik juga menggenangi lahan pertanian seluas delapan hektare.
Data dari Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul, Kamis (3/1/2013), lahan pertanian yang terendam banjir tersebar di tiga kecamatan yaitu Desa Gadingharjo di Kecamatan Sanden, Poncosari di Srandakan dan Panjangrejo di Pundong.
Advertisement
Semua lahan pertanian di tiga lokasi itu ditanami padi yang rata-rata berumur 20 hari hingga 40 hari. Menurut Kepala Dispertahut Bantul, Edy Suhariyanta, lahan pertanian milik belasan petani itu terendam banjir karena lokasinya berbatasan dengan hilir sungai.
“Di Gadingharjo, sawah yang terendam air karena luapan dari Sungai Winongo Kecil. Demikian pula di Poncosari yang terdampak luapan sungai karena penyempitan saluran,” kata Edy seusai meninjau lahan pertanian di Gadingharjo, Kamis siang.
Beruntung genangan air yang kedalamannya bervariasi itu lekas surut sehingga, padi yang sempat terendam selama beberapa jam dapat diselamatkan. “Kalau airnya tidak surut sampai berhari-hari, tanaman padi tersebut rawan terserang hama sundep,” jelas Edy.
Hama sundep biasa menyerang pangkal batang tanaman padi sehingga buahnya berwarna kemerahan. Jika tidak segera ditangani, tanaman padi yang terserang sundep lekas membusuk dan layu. Guna mencegah serangan sundep, petani diimbau menggunakan insektisida karboborat.
Insektisida tersebut bisa diperoleh petani secara gratis di kantor Dispertahut Bantul. Menurut salah satu petani di Desa Srigading, Sanden, Slamet, 43, memasuki musim hujan, para petani di wilayah pesisir telah beralih menanam padi.
“Coba kalau masih menanam bawang atau cabai, sekali terendam banjir bisa merugi jutaan rupiah karena tanamannya mudah busuk,” terang Slamet, kemarin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Momen Haru di Bandara Saat Presiden Tenangkan Keluarga Prajurit
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement





