Beras dan Cabai Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Gunungkidul
Inflasi Gunungkidul September 2026 mencapai 0,24%. Beras dan cabai rawit menjadi komoditas penyumbang terbesar inflasi.
Proses evakuasi nelayan yang meninggal dunia saat mencari ikan di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo, Sabtu (4/4/2026). - Istimewa/Satlinas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Aktivitas melaut di perairan selatan berubah mencekam ketika seorang nelayan tiba-tiba ambruk di atas kapal saat perjalanan mencari ikan. Korban, Saelan, 63, nelayan asal Pekalongan, ditemukan meninggal dunia di tengah laut di kawasan Pelabuhan Sadeng, di Kapanewon Girisubo, Sabtu (4/4/2026).
Peristiwa itu terjadi hanya beberapa jam setelah kapal berangkat dari pelabuhan. Korban diketahui ikut melaut bersama 31 anak buah kapal (ABK) lainnya sejak sekitar pukul 07.00 WIB.
Saat aktivitas di kapal berlangsung normal, korban sempat melakukan pekerjaan ringan membersihkan karpet. Namun, tanpa tanda-tanda sebelumnya, ia tiba-tiba terjatuh dalam posisi telungkup.
Rekan sesama ABK yang melihat kejadian tersebut langsung mencoba memberikan pertolongan. Namun, saat diperiksa, denyut nadi korban sudah tidak teraba.
Laporan kemudian disampaikan ke petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng untuk proses penanganan lebih lanjut.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko, mengatakan tim segera berkoordinasi dengan nakhoda agar kapal kembali dan bersandar.
Evakuasi Berpacu Jarak 16 Mil dari Pelabuhan
“Begitu mendapatkan laporan, kami langsung koordinasi dengan nakhoda kapal agar bersandar untuk proses evakuasi korban,” katanya.
Proses evakuasi tidak berlangsung cepat karena posisi kapal berada sekitar 16 mil dari Pelabuhan Sadeng.
Setelah kapal tiba di pelabuhan, petugas langsung melakukan evakuasi serta pemeriksaan awal terhadap korban.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Pemeriksaan medis juga dilakukan oleh petugas dari Puskesmas Girisubo.
Sunu menyebut, penyebab kematian masih menunggu keterangan resmi dari tenaga medis maupun kepolisian, meskipun dugaan awal mengarah pada serangan jantung.
Setelah proses pemeriksaan, jenazah korban langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Pekalongan, Jawa Tengah.
Kasat Polair Polres Gunungkidul, AKP Wawan Anggoro, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban berangkat melaut menggunakan kapal slerek bersama puluhan ABK lainnya.
Ia juga mengingatkan para nelayan agar tidak memaksakan diri melaut saat kondisi tubuh tidak dalam keadaan prima.
“Kesehatan tubuh harus dijaga sehingga tidak ada kendala saat beraktivitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi Gunungkidul September 2026 mencapai 0,24%. Beras dan cabai rawit menjadi komoditas penyumbang terbesar inflasi.
IABI menyebut gempa Lombok Barat M5 merupakan gempa intraslab di dalam Lempeng Australia, bukan akibat sesar aktif dangkal di Lombok.
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Kroasia 2-1. Dua gol Mikel Merino menjaga La Furia Roja tetap sempurna di Grup A3.
MK menyatakan permohonan sengketa syarat pendidikan Gibran tak dapat diterima. Mahkamah juga tak menemukan bukti ijazah setara SMA.
Kemlu RI mengungkap diplomasi tertutup membebaskan empat ABK WNI yang disandera perompak Somalia selama lima bulan sebelum dipulangkan ke Indonesia.