Advertisement
Waduh, Jogja Waspada Chikungunya
Advertisement
[caption id="attachment_377965" align="alignnone" width="300"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/02/11/waduh-jogja-waspada-chikungunya-377963/chikungunya-2" rel="attachment wp-att-377965">http://images.harianjogja.com/2013/02/chikungunya.jpg" alt="" width="300" height="300" /> ilustrasi[/caption]
Advertisement
JOGJA-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat hingga Senin (11/2/2013), sebanyak 11 warga terserang penyakit chikungunya. Penyebaran penyakit tersebut untuk tahun ini terbilang tinggi. Sebab, pada 2012 jumlah pasien chikungunya sebanyak 38 warga.
Kepala Dinkes Jogja Tuty Setyowati mengatakan pasien chikungunya paling banyak tersebar di Kecamatan Umbulharjo. Namun, mengenai di kelurahan mana saja, Dinkes belum menerima laporan. Tuty menghimbau agar warga meningkatkan kewaspadaan dengan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Ini perlu diwaspadai. Sebab, perbandingan kasusnya dengan tahun lalu sangat besar. Ini baru awal tahun, sudah 11 orang yang terkena,” katanya.
Selain chikungunya, menurut Tuty, penyebaran demam berdarah dengue (DBD) perlu diwaspadai. Dari data yang ada, Dinkes mencatat hingga hari ini, jumlah pasien DB mencapai 121 orang. Sama dengan DBD, penularan chikungunya melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti (DBD), atau Aedes Albopictus (Chikungunya).
Jika seseorang tergigit nyamuk yang terinfeksi virus chikungunya, dibutuhkan waktu 2-3 hari hingga gejala penyakit tersebut muncul. Yang membedakannya dengan DB, kata Tuty, adalah rasa nyeri sendi pada tubuh pasien.
“Cuma harus ada observasi, apakah nyerinya akibat chikungunya atau hanya masuk angin saja,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement




