Advertisement
LAPAS SLEMAN DISERBU: Paska Penyerangan Lapas, Keributan di Jogja Berkurang Drastis, Preman Tiarap?
Advertisement
[caption id="attachment_395358" align="alignleft" width="572"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/04/10/lapas-sleman-diserbu-paska-penyerangan-lapas-keributan-di-jogja-berkurang-drastis-preman-tiarap-395357/spanduk-dukungan-tni" rel="attachment wp-att-395358">http://images.harianjogja.com/2013/04/Spanduk-dukungan-TNI.jpg" alt="" width="572" height="351" /> Spanduk berisi kebanggaan terhadap anggota Kopassus terkait penembakan empat preman di Lapas Cebongan, terpasang di depan Bandara Adi Sumarmo, Boyolali, Senin (8/4). Spanduk serupa yang terpasang di sejumlah titik itu tidak mencantumkan nama atau lembaga pemasang. JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto[/caption]
Advertisement
JOGJA- Isu premanisme mencuat di Jogja setelah 4 tahanan LP Cebongan, Sleman, ditembak 11 oknum Kopassus yang dinilai kurang tepat menerapkan jiwa korsanya. Kini keributan yang ditengarai dilakukan kelompok preman di kota itu berkurang. Benarkah mereka tiarap?
Jauh sebelum kasus LP Cebongan, ada kehidupan 'lain' di balik harmoni Jogja. Apalagi kalau bukan kehidupan malam atau dunia 'gelap'.
Keributan kerap terjadi, terutama antara warga setempat dan pendatang. Sekali waktu, keributan itu mengakibatkan rumah warga dan mobil rusak.
"Dalam 5 tahun terakhir ini sudah tidak terhitung jumlahnya," kata seorang tukang parkir di daerah Babarsari, Sleman, Heryanto, kepada detikcom.
Keributan lebih sering terjadi di kawasan Babarsari. Di jalan yang panjangnya kurang dari 2 km ini berdiri berbagai kampus swasta besar. Di sekitarnya, seperti Tambakbayan, Seturan, Kledokan, Nologaten, Pringwulung, dan Gorongan merupakan daerah permukiman mahasiswa. Tak mengherankan bila di kawasan itu tumbuh subur berbagai usaha atau jasa mulai dari kafe, rumah musik, warung makan, jasa laundry, minimarket 24 jam dan lain-lain. Boleh dikata, kawasan ini tak pernah tidur.
Saat detikcom menelusuri kawasan itu, Senin (8/4) selepas pukul 22.00 WIB, beberapa warung makan kaki lima mulai tutup. Para pedagang mengemasi dagangannya. Jalanan tak begitu ramai.
"Sudah mulai aman. Malam Minggu biasanya ramai, kemarin juga biasa," kata Heryanto.
Menurut dia, sebelum kasus Deki (tersangka pembunuhan anggota Kopassus Serka Heru Santoso) mencuat, sering terjadi keributan antar kelompok mahasiswa asal Indonesia Timur. Terutama di malam Minggu atau hari libur.
"Pemicunya sepele, mabuk-mabukan atau urusan duit tagihan debt collector," tambahnya.
Hal senada diungkapkan Sumaryadi (45), pedagang kaki lima asal Jawa Timur. Beberapa keributan antar preman tak pernah ada penyelesaian. Pemerintah desa setempat, beberapa kali memfasilitasi dialog. Sempat muncul usulan mahasiswa yang ribut atau berkelahi akan diusir dari kos-kosan.
"Tapi keributan masih sering terjadi saat itu," kata pria yang bertempat tinggal di kawasan Tambakbayan ini.
Dari sekian banyak kejadian, keributan di Hugo's Cafe dan Jalan Dr Soetomo Jogja dianggap paling menggegerkan. Di Hugo's, seorang anggota Kopassus Serka Heru Santoso dikeroyok hingga tewas, Selasa (19/3/2013). Empat orang ditangkap dan jadi tersangka. Dua hari kemudian, Kamis (21/3), mantan anggota Kopassus yang bertugas di Kodim 0734 Yogya, Sertu Sriyono, dibacok. Dua kejadian itulah yang dianggap 11 oknum anggota Kopassus 'menyerbu' dan menembak mati 4 tersangka pembunuhan Serka Heru Santoso.
Sejak itu, orang-orang yang biasa membikin keributan tak berani tampil. Bahkan disebut-sebut, sebagian di antaranya meninggalkan Jogja. Apalagi isu-isu liar bertebaran: preman-preman akan dihabisi oknum Kopassus. Mereka melarikan diri, tiarap, atau akhirnya sadar dan kembali ke jalan yang 'benar'?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement




