Advertisement
LAPAS SLEMAN DISERBU: Polda DIY Tidak Pernah Sebut Korban Tragedi di Lapas Cebongan Adalah Preman
Advertisement
http://www.harianjogja.com/baca/2013/04/13/lapas-sleman-diserbu-polda-diy-tidak-pernah-sebut-korban-tragedi-di-lapas-cebongan-adalah-preman-396529/lapas-sleman-22" rel="attachment wp-att-396531">http://images.harianjogja.com/2013/04/lapas-sleman19.jpg" alt="" width="275" height="183" />SLEMAN-Polda DIY tidak pernah menyebut keempat tahanan yang tewas di Lapas Cebongan adalah preman.
Hal ini diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Kris Erlangga, Sabtu (13/4/2013). Ia mengungkapkan Polda DIY menyebut keempatnya sebagai pelaku pengeroyokan terhadap seorang yang menimbulkan korban jiwa.
"Kita harus komitmen dulu dengan arti preman itu, harus dilihat bagaimana track record orangnya. Kalau kita menyebut keempatnya ya dia pelaku pengeroyokan,” tegas dia.
Terpisah, pada hari yang sama, sedikitnya 100 mahasiswa yang tergabung dalam Forum Keluarga Mahasiswa NTT-Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di sekitar bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka menuntut pertanggungjawaban negara agar mengusut tuntas kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan yang melibatkan 11 anggota Kopassus.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement





