Advertisement
UN 2013 : Soal UN Disabilitas di Jogja Tak Ada Lembar Jawaban
Advertisement
[caption id="attachment_396966" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/04/15/un-2013-soal-un-disabilitas-di-jogja-tak-ada-lembar-jawaban-396958/ujian-nasional-tunanetra-gigih-m-hanafi" rel="attachment wp-att-396966">http://images.harianjogja.com/2013/04/ujian-nasional-tunanetra-gigih-m-hanafi-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> Foto Ujian Nasional Tunanetra
JIBI/Harian Jogja/Gigih M Hanafi[/caption]
JOGJA-Soal Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMA/SMK dan sederajat untuk siswa disabilitas tidak dilengkapi dengan lembar jawaban komputer (LJK).
Advertisement
Salah satunya dialami siswa tuna netra di SMA Muhammadiyah 4 Jogja.
"Siswa yang mengerjakan soal dengan huruf braille tidak memperoleh lembar jawaban komputer (LJK) sehingga jawaban dari siswa dituliskan di lembar jawaban kosong biasa," kata Kepala SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta Ahmad Djaman di Jogja, Senin (15/4).
Menurut dia, di sekolahnya terdapat dua siswa disabilitas yaitu penyandang tuna netra. Salah satu siswa memperoleh soal dengan huruf braille, sedang siswa lain memperoleh soal umum.
Siswa tuna netra yang memperoleh soal umum tetap mendapatkan LJK dan selama ujian dibantu oleh pendamping dalam membacakan soal dan menuliskan jawabannya di LJK. Keduanya melaksanakan ujian di ruangan yang sama.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja, Edy Heri Suasana mengatakan pelaksanaan UN SMA/SMK pada hari pertama berjalan dengan lancar di pihaknya belum menerima adanya keluhan yang dapat menggangu pelaksanaan ujian.
"Semuanya lancar. Memang ada keluhan tentang tidak adanya LJK untuk siswa tuna netra atau LJK yang tipis. Tetapi semua masih bisa diatasi," kata Edy.
Tidak adanya LJK untuk siswa yang menerima soal dengan huruf braille, akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY sehingga pada pelaksanaan UN hari berikutnya diharapkan sudah ada LJK yang tersedia.
"Untuk penulisan jawaban di lembar jawaban biasa, masih akan diproses penilaiannya. Petugas perguruan tinggi yang melakukan pemindaian, bisa melakukannya secara manual," katanya.
Sedangkan untuk LJK yang dikeluhkan tipis sehingga mudah robek saat siswa menghapus jawaban, lanjut Edy, bisa diatasi asalkan siswa hati-hati dalam menulis atau menghapus jawaban.
"Jika dibanding tahun lalu, maka LJK tahun ini masih lebih tebal," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement





