Satpol PP Solo Sita 34 Botol Miras Tak Berizin Saat Razia Malam
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
PANJATAN-Sebuah pesan singkat dari orang misterius mencoba mengacaukan konsentrasi siswa saat hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP di Kulonprogo, Senin (22/4/2013).
Pesan singkat yang dikirim melalui telepon itu mencatut informasi dari Kementerian Pendidikan Nasional bahwa hasil UN 2013 ini tidak menjadi penentu kelulusan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kulonprogo, Sri Mulatsi mengaku kali pertama mengetahui perihal surat itu setelah menerima terusan SMS yang dikirimkan oleh satu orangtua siswa.
Orangtua siswa itu juga menanyakan keabsahan informasi yang dia terima dari nomor misterius itu. Mendapati ada yang tidak beres, Sri pun langsung meluruskan kalau informasi itu hanya sebuah upaya seseorang untuk mengacaukan jalannya UN.
"Sayangnya SMS itu sudah terhapus karena memori handphone penuh," kata Sri kepada wartawan.
Ia juga memastikan Kementerian Pendidikan tidak pernah membuat keputusan seperti itu.
“Jadi saya minta agar siswa yang tengah melaksanakan UN, maupun guru di sekolah tidak perlu mempercayai SMS itu. Karena SMS itu tidak benar. Ketentuan syarat kelulusan masih sama seperti yanag ditetapkan sebelumnya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.