Advertisement
LINTAS MENOREH : Jalan Rusak Akibat Proyek Pipa PDAM, Kontraktor Disalahkan
Advertisement
[caption id="attachment_410496" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/05/27/lintas-menoreh-jalan-rusak-akibat-proyek-pipa-pdam-kontraktor-disalahkan-410495/jalan-rusak-kulonprogo-karena-pdam-arif-wahyu" rel="attachment wp-att-410496">http://images.harianjogja.com/2013/05/jalan-rusak-KULONPROGO-karena-pdam-ARIF-WAHYU.jpg" alt="" width="314" height="235" /> Foto Kondisi Jalan di Dusun Pereng Rusak Setelah Proyek Pipa PDAM
JIBI/Harian Jogja/Arif Wahyu[/caption]
KULONPROGO-Proyek pemasangan pipa saluran air oleh kontraktor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kulonprogo berakibat rusaknya jalan di Dusun Pereng, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulonprogo.
Advertisement
Jalan sepanjang satu kilometer yang menjadi sarana mobilitas warga setempat kini tidak lagi mulus lantaran aspalnya tertimbun oleh kerukan tanah setelah proyek pemasangan pipa air oleh kontraktor.
Kepala Desa Bumirejo, Klimun pun merasa gusar dengan kondisi fisik jalan desa yang kini tidak seperti sebelum pemasangan instalasi pipa PDAM.
Dia menyebut kontraktor tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan akibat proyek yang telah usai mereka kerjakan.
"Jalan ini dulu mulus, kini jadi becek tertutup tanah seperti ini. Harusnya kontraktor tanggung jawab dengan kondisi semacam ini," ujar Klimun kepada Harian Jogja, Minggu (26/5).
Dia mengungkapkan, sebelum penggalian dilakukan, sudah ada kesepakatan kalau pihak penggali jalan akan mengembalikan kerukan tanah sehingga ketika proyek pemasangan pipa sudah usai kondisi jalan kembali seperti sedia kala.
Belakangan, ternyata janji itu ternyata hanya omong kosong. Pekerja proyek memang mengembalikan urukan tanah, tapi masih upaya itu hanya dilakukan asal-asalan. Akibatnya sisa-sisa kerukan tanah justru masih banyak yang berceceran di jalan sehingga membuat jalan becek.
"Apalagi kalau hujan, beceknya minta ampun. Bahkan di salah satu ruas jalan sampai masih ada sisa kerukan penggalian yang sampai menjulang tinggi dan tidak dibereskan. Kalau kontraktor profesional seharusnya dibereskan agar tidak merugikan warga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement




