SEPUTAR JOGJA : Jagang Benteng Kraton Direncanakan Dibangun 10 Meter

04 Juni 2013 14:10 WIB Jogja Share :

[caption id="attachment_412723" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/04/seputar-jogja-jagang-benteng-kraton-direncanakan-dibangun-10-meter-412722/jagang-kraton-ekskavasi-plengung-gading-desi-suryanto" rel="attachment wp-att-412723">http://images.harianjogja.com/2013/06/jagang-kraton-EKSKAVASI-PLENGUNG-GADING-Desi-Suryanto.jpg" alt="" width="314" height="209" /> Foto Proses Ekskavasi Jagang Kraton
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto[/caption]

JOGJA- Revitalisasi jagang benteng Kraton direncanakan dibangun pada 10 meter lahan memanjang dari sisi timur dan barat Plengkung Gading. Lokasi bakal disterilisasikan dari bangunan.

"Ada dua rumah di sisi kanan dan kiri yang perlu dibebaskan," kata Kepala Dinas Kebudayaan GBPH Yudhaningrat kepada Harianjogja.com belum lama ini.

Yudhaningrat mengatakan, alasan jagang direvitalisasi 10 meter memanjang, karena untuk menunjukan situasi penggunaan jagang atau parit pertahanan pada masa lampau.

Terlebih pada jarak itu, terdapat jendela pengintai. Jendela itu konon digunakan untuk mematikan musuh menggunakan senjata.

Musuh biasanya masih saja ada yang berniat menerobos pertahanan kraton dengan nekad menyeberangi jagang. Meskipun jagang memiliki ukuran lebar yang terlampau panjang.

Soal revitalisasi lebar jagang itu, adik lain ibu Sri Sultan HB X itu belum dapat memastikan akan dibangun seperti apa. Lantaran lebar jagang memiliki ukuran 6 meter sehingga memakan badan Jalan MT Haryono.

Yudha mengaku akan mengkonsultasikannya dulu dengan Sultan."Beliau nanti yang akan memberikan petunjuk sebagai pedoman master plan jagang," ungkapnya.

Kepala Bidang Sejarah, Purbakala, dan Museum Dinas Kebudayaan DIY, Nursatwika Selasa (4/6/2013) mengatakan hingga kemarin berkas hasil eskvasi belum disampaikan kepada gubernur.

Katanya, masih ada kelengkapan data yang perlu disertakan. Nursatwika mengaku belum ada pos anggaran untuk merevitasilisasi jagang tersebut.

"Anggaran kami buat dalam perencanaan setelah ada rekomendasi dari gubernur terkait revitalisasi tersebut," ungkapnya.