POLEMIK PASAR KRANGGAN : Paguyuban Pedagang Merasa Ditinggalkan Dinas

14 Juni 2013 15:30 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

[caption id="attachment_415858" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/14/polemik-pasar-kranggan-paguyuban-pedagang-merasa-ditinggalkan-dinas-415857/pasar-kranggan-ilustrasi-antara" rel="attachment wp-att-415858">http://images.harianjogja.com/2013/06/pasar-kranggan-ILUSTRASI-antara-370x284.jpg" alt="" width="370" height="284" /> Foto Ilustrasi Pasar Kranggan
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]

JOGJA-Belasan pedagang dan tukang parkir di Pasar Kranggan melakukan aksi demontrasi di depan pasar, Jumat (14/6/2013). Mereka mengkritisi Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Jogja yang tidak melibatkan dalam proses perencanaan renovasi pasar.

Tampak sejumlah poster dibawa pendomo saat itu. Poster-poster itu berbunyi "Tukang Parkir Juga Manusia", "Jangan Pindah Kami Di Kandang Kambing", "Tempatkan Kami Ditempat Yang Layak,", “Dinlopas Jangan Memaksa Kehendak,”. “Selama belum ada kejelasan, pedagang tidak akan pindah meski bagian tengah pasar harus bersih untuk proses pembangunan,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kranggan Dalam, Yuniar di sela-sela aksi.

Menurutnya, 270 pedagang yang akan direlokasi tidak akan pindah sebelum ada kejelasan dan perbaikan lapak yang disediakan Dinlolas. “Pedagang diminta mengosongkan lokasi sebelum Minggu (24/6/2013). Sebab, bagian tengah pasar harus sudah bersih untuk proses pembangunan. Padahal, kalau pindah ke tempat relokasi, perlu waktu dan tenaga dan perbaikan lapak itu,” kata Yuniar.

Yang disesalkan dia, Dinlopas belum berkoordinasi dengan paguyuban terkait proses renovasi tersebut. Bahkan, paguyuban merasa tidak dilibatkan dalam proses relokasi tersebut.

“Yang kami sesalkan, Dinas belum melibatkan kami dalam proses renovasi ini. Padahal, banyak pedagang yang terdampak relokasi, baik pedagang sayur, pakaian dan sebagainya,” ujar Yuniar.