Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/30/146-anak-ikuti-khitanan-massal-jsc-421297/khitan-9" rel="attachment wp-att-421299">http://images.harianjogja.com/2013/06/Khitan1.jpg" alt="" width="384" height="256" />
SLEMAN-Sebanyak 146 anak dari wilayah Sleman, Bantul dan Kulonprogo mengikuti khitanan massal yang diadakan Yayasan Jenderal Soedirman Center (JSC) di Dusun Donolayan, Donoharjo, Ngaglik, Minggu (30/6/2013). Kegiatan ini diadakan setiap tahunnya untuk mengisi liburan sekolah.
Ketua Panitia Khitanan Massal, Tisa Bugianggri mengatakan acara ini merupakan gelaran kali ketiga dan
sudah menjadi agenda rutin Yayasan JSC.
“Acara ini untuk membantu warga yang kurang mampu di wilayah Sleman dan sekitarnya. Selain itu untuk mengisi liburan sekolah. Jumlah peserta juga tidak kami batasi,” kata Tisa yang juga putri Bugiakso di sela-sela acara.
Tisa menambahkan khitanan massal ini melibatkan tiga tim medis dan 12 tim pendamping dari Puskesmas Ngaglik II. Setiap peserta khitanan massal mendapatkan baju koko, sarung, alat tulis dan uang saku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Kris Dayanti meraih dua medali emas pada Kejuaraan Nasional Wushu Kungfu 2026. Prestasi di usia 51 tahun ini menjadi inspirasi bahwa semangat berprestasi tidak
Bajaj akan meluncurkan motor listrik terbarunya ke pasar ekspor lebih dulu sebelum India. Amerika Latin dipilih sebagai target utama karena permintaan kendaraan
Asita DIY menilai tren wisata multi-destinasi menjadi peluang besar bagi Yogyakarta untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperkuat ekonomi lokal, dan men
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
PT Importa Jaya Abadi membidik ekspansi ke pasar Asia Tenggara setelah memperkuat dominasinya di pasar domestik.