Advertisement

XT SQUARE : Pertunjukan Belum Pengaruhi Pendapatan Pedagang

Jumali
Selasa, 09 Juli 2013 - 03:00 WIB
Maya Herawati
XT SQUARE : Pertunjukan Belum Pengaruhi Pendapatan Pedagang

Advertisement

[caption id="attachment_423807" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=423807" rel="attachment wp-att-423807">http://images.harianjogja.com/2013/07/XT-Square-EVA-SYAHRANI-370x277.jpg" alt="" width="370" height="277" /> Foto XT Square Sepi Pembeli
JIBI/Harian Jogja/Eva Syahrani[/caption]

JOGJA-Sejak diresmikan 20 Desember lalu, pengelola pusat penjualan kerajinan XT Square terus bebenah. Hal itu dilakukan agar 264 kios di tempat tersebut ramai didatangi wisatawan dan konsumen. Maklum sejak diresmikan, kunjungan ke tempat itu masih minim.

Advertisement

Selain bekerja sama dengan pemandu wisata untuk mendatangkan para pengunjung dalam rangkaian kegiatan mereka, pengelola juga menggelar sejumlah pagelaran. Salah satunya adalah pagelaran ketoprak kecamatan di Kota Jogja.

Sayangnya, para pedagang di kawasan tersebut tak banyak mendapatkan peningkatan jumlah pengunjung. "Nggak ngaruh. Mau ada ketoprak, toh nggak banyak yang datang ke kios saya," kata salah satu pedagang pakaian di blok C, Robiah ditemui Harian Jogja, akhir pekan lalu.

Ia mengungkapkan peningkatan pengunjung baru terjadi jika para pemandu wisata membawa rombongan ke tempat tersebut. Selain itu, pihaknya hanya bisa mengandalkan langganan.

"Kemarin pas ada dua bus datang lumayan. Setelah itu sepi lagi. Rata-rata yang datang ke sini sudah langganan. Padahal dulu awalnya ramai," imbuhnya.

Agar bisa bertahan dengan kondisi yang ada, menurut Robiah, pengelola harus lebih aktif berpromosi dan mendatangkan wisatawan ke tempat tersebut.

"Kalau acara kayak gini (ketoprak) kan, para pengunjung hanya datang dan melihat. Tetapi tidak mendatangi kios yang ada," jelasnya.

Meski cukup antusias untuk menyaksikan pementasan, namun tidak banyak pengunjung yang berbelanja. Dari 12 kios makanan di gedung pertunjukan, hanya tiga yang buka.

"Rata-rata malas buka. Kalau nngak acara besar mereka malas buka. Soal pendapatan nngak banyak terpengaruh. Hari ini, saya hanya dapat Rp400.000. Padahal hari biasa Rp100.000-Rp150.000," kata Hengky, salah satu pedagang makanan di gedung pentas.

Menurutnya, para pedagang baru mendapatkan pendapatan signifikan jika ada gelaran musik.

"Kayak kemarin pas ada musik, lumayan. Kalau acara seperti ini, jarang yang beli," tambahnya.

Parno, warga Umbulharjo mengaku datang ke XT-Square karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal. Dia datang untuk menyaksikan pentas ketoprak sembari mencari angin.

"Sengaja datang. Mau lihat. Lagian dekat dari rumah," katanya, yang memilih langsung pergi seusai menyaksikan pentas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Korban Luka di UEA Tembus 217, WN Rusia Ikut Terdampak

Korban Luka di UEA Tembus 217, WN Rusia Ikut Terdampak

News
| Minggu, 05 April 2026, 04:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement