Advertisement
Puluhan Hektare Cabai Dimusnahkan karena Busuk
Advertisement
[caption id="attachment_425655" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/14/puluhan-hektare-cabai-dimusnahkan-karena-busuk-425654/tanaman-cabai-nina-atmasari" rel="attachment wp-att-425655">http://images.harianjogja.com/2013/07/tanaman-cabai-nina-atmasari-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> JIBI/Harian Jogja/Nina Atmasari
Tanaman cabai[/caption]
Harian Jogja.com, BANTUL- Puluhan hektare tanaman cabai keriting di Desa Parangtritis, Kretek, Bantul terpaksa dimusnahkan lantaran rusak diguyur hujan.
Advertisement
Kepala Desa Parangtritis, Kretek, Bantul Topo, 60, menyebutkan, sebanyak 50 hektare lahan cabai keriting dan cabai merah jumbo di desanya dicabut petani dan diganti dengan tanaman bawang merah akibat rusak terendam air.
Kerusakan tanaman mencapai 50% setiap batangnya. “Cabainya rusak dan busuk. Buahnya tidak bisa berwarna merah. Sekarang dicabut semua sudah sejak sepuluh hari lalu,” ungkap Topo kepada Harian Jogja, Sabtu (13/7/2013).
Padahal tanaman tersebut baru berumur 80 hari. Sedianya masa hidup tanaman cabai mencapai hingga 120 hari, dan dapat dipanen berkali-kali. Tanaman itu baru sekali panen, tapi terpaksa dimusnahkan.
Kerusakan terjadi akibat cuaca buruk. “Sekarang ini cuaca tidak menentu, harusnya sudah kemarau tapi hujan masih banyak, sehingga tanaman terendam,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement




