Jadwal Kereta Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 24 Mei 2026
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Harianjogja.com, SLEMAN--JW, 17, pelajar SMK di Jogja ditangkap aparat Polsek Ngaglik Sleman, Selasa (16/7/2013) karena menganiaya orang hingga tewas. http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/17/sate-usus-berujung-maut-gara-gara-setusuk-sate-pelajar-menganiaya-hingga-tewas-427203" target="_blank">Masalahnya sepele, karena sate usus di angkringan.
Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, AKP Gultom menjelaskan kejadian itu berawal ketika korban membeli sate usus di angkringan milik Alex, 35, terletak di Kayunan, Donoharjo Ngaglik Sleman, Senin (15/7/2013) pukul 02.30 WIB. Ini kronologinya :
Ketiga tersangka sudah berada di sekitar lokasi angkringan beberapa jam sebelum korban datang.
Menurut keterangan tersangka, mereka sedang merayakan ulang tahun Danang yang jatuh pada 15 Juli dengan berpesta miras.
Ketika korban, Dini Arif, selesai melakukan transaksi dengan Alex, JW mendekati Arif dengan maksud meminta sate usus. Permintaan itu tidak dipenuhi, lalu terjadilah penganiayaan tersebut.
Tetapi Dini Arif tidak memenuhi permintaan JW karena ia hanya disuruh temannya, Nur Arifin, 25, alias Gebleg untuk membeli sate usus.
Selesai menolak permintaan JW, lanjut Gultom, Arif kemudian meninggalkan angkringan menuju ke tempat Gebleg. Ia menceritakan kepada Gebleg tentang sikap JW yang meminta sate kepada dirinya.
Gebleg bersama Arif berniat kembali mendatangi gerombolan JW di sekitar angkringan untuk menyelesaikan duduk perkaranya. Sesampai di angkringan Gebleg justru berlagak menantang gerombolan itu.
"Gebleg datang, belum sampai turun dari motor dia bilang siapa tadi yang minta sate, ta bayari sisan. Dia bicaranya mungkin agak bernada menantang barangkali," terang Gultom saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/7/2013).
Gultom menambahkan korban kemudian diidatangi Veri, 23, yang merupakan gerombolan JW. Diduga karena terpengaruh miras mereka terjadi cekcok, korban mendorong Veri hingga terjatuh di aspal dan berdarah.
Tidak terima dengan perlakuan korban, JW bersama Danang dan Novi Setyo Wibowo datang dalam keadaan terpengaruh miras. Ketiganya menyerang korban dan Gebleg.
Danang, kata dia, sempat terkena pukulan tangan korban bersama Gebleg. Akantetapi Gebleg justru melarikan diri. Sehingga korban, Dini Arif menghadapi sendiri gerombolan JW. Arif terkena banyak pukulan dan diduga terjatuh kemudian kepalanya terbentur batu hingga tak berdaya.
"Dipukul dengan tangan, tak memakai senjata, di TKP tidak ada sisa batu lemparan," tegas Gultom.
Setelah melihat korban tak berdaya, ketiga pelaku kemudian meninggalkan korban. Gebleg bersama saksi lain Ipang, 26, yang membawa korban ke Klinik Puri Husada tetapi kemudian di rujuk ke RS Bethesda karena luka terlalu parah.
Korban menderita luka di kepala, leher, memar serta sobek kepala belakang. Karena kondisi korban parah, tidak tertolong dan meninggal pada Selasa (16/7).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
FIFA memperkenalkan lagu Dai Dai dari Shakira dan Burna Boy untuk Piala Dunia 2026. Berikut sejarah anthem resmi Piala Dunia.
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.
Kesbangpol Bantul berkoordinasi terkait polemik penolakan Gereja GMS di Sewon yang dipersoalkan soal perizinan rumah ibadah.
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.
Membandingkan MacBook Neo Rp10 jutaan dengan laptop Windows. Simak kelebihan, kekurangan, dan mana yang paling pas untuk kebutuhan kuliah serta kerja Anda.