SISWI MENINGGAL AKIBAT OSPEK : Berusaha Ikhlas, Keluarga Belum Ambil Sikap

Minggu, 21 Juli 2013 08:45 WIB
SISWI MENINGGAL AKIBAT OSPEK : Berusaha Ikhlas, Keluarga Belum Ambil Sikap

Harianjogja.com, BANTUL–Meninggalnya Anindya Puspita, siswi SMK I Pandak, Bantul menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga dan teman-temannya.

http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/19/siswi-meninggal-akibat-ospek-disuruh-squat-jump-siswi-di-pandak-pingsan-lalu-meninggal-428287" target="_blank">Anindya meninggal saat mengikuti masa orientasi siswa (MOS) yang diwajibkan bagi siswa baru Jumat (19/7/2013).

Pihak keluarga memastikan belum bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya Anindya.

Erwin Krisna, 25, kakak sulung Anindya Anindya Puspita, warga Dusun Daleman Rt 02 Desa Gadingharjo, Kecamatan Sanden mengaku keluarga sementara akan mencoba ikhlas atas kepergian Anindya.

“Belum ada musyawarah sampai ke sana. Kami pasrah semoga memang sudah takdirnya,” ujarnya kepada sejulah wartawan di rumah duka, Sabtu (20/7/2013).

Namun demikian Erwin tetap menyayangkan panitia pelaksana MOS dalam memberikan hukuman skotjump bagi peserta didik yang melanggar aturan karena tidak mempertimbangkan kekuatan masing-masing fisik siswa berbeda.

Ia menambahkan kemampuan siswa tidaklah sama dalam menghadapi hukuman. Namun demikian Erwin memastikan sebelum berangkat sekolah kondisi kesehatan Anindya cukup prima.

“Memang Anindya punya riwayat kesehatan mudah pingsan kalau fisiknya dipaksakan. Pernah dulu di SMP pingkan dalam upacara. Saudara kembarnya juga yang sudah meninggal juga memiliki riwayat penyakit yang sama. Tapi dulu sudah periksakan ke dokter normal," urai Erwin.

http://www.harianjogja.com/?p=428637" target="_blank">Peristiwa ini juga mengundang perhatian Pemerintah Kabupaten Bantul yang menyebut akan membentuk tim investigasi.

Hingga kemarin kedua orang tua almarhumah masih terlihat terpukul atas berpulangnya putri yang dicintai. Pihak keluarga memastikan alumni SMP Muhamadiyah Sorobayan terkenal pendiam ini jarang mengeluh sakit, termasuk kepada ibunya, Harni yang juga GTT di SD Sanden.

Sebelumnya Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga memerintahkan penyelidikan kasus ini lebih lanjut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online