Advertisement
JOGJA DINGIN : Ini Penjelasan BMKG
Advertisement
[caption id="attachment_433256" align="alignleft" width="175"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/31/jogja-dingin-ini-penjelasan-bmkg-433253/bmkg-3" rel="attachment wp-att-433256">http://images.harianjogja.com/2013/07/BMKG.jpg" alt="" width="175" height="186" /> JIBI/Harian Jogja/Istimewa
Logo BMKG[/caption]
Harianjogja.com, JOGJA-Udara dingin di wilayah DIY masih akan terus berlanjut sampai berakhirnya musim kemarau.
Advertisement
Suhu terendah yang dicatat Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mencapai 20 derajat Celcius.
"Ini belum titik terendah. Oktober kemarin, bahkan mencapai 16 derajat," kata Kepala Pusat Data BMKG Yogyakarta, Tony Agus Wijaya, Rabu (30/7/2013).
Menurutnya, suhu dingin berlangsung dua hari terakhir. Saat musim kemarau, awan cenderung relatif lebih sedikit dibanding musim hujan.
Akibatnya, panas Matahari sampai ke Bumi tidak terperangkap dan langsung menguap ke atmosfir pada malam hari.
“Hal ini yang menyebabkan suhu udara menjadi dingin,” jelasnya.
Kondisi seperti ini diperkirakan berlangsung sampai Oktober mendatang. Dengan suhu rata-rata pada malam hari antara 22-24 derajat Celcius.
Ia menyarankan kepada warga lebih giat menjaga kesehatan tubuh. Cuaca dingin pada malam hari, sementara saat siang matahari sangat menyengat membuat orang rentan terserang penyakit.
"Kami mengimbau agar warga lebih menjaga kesehatan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement





