Tim SAR Pantai Kukup Sulit Peringatkan Wisatawan akan Bahaya Ubur-Ubur

02 September 2013 10:10 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

[caption id="attachment_443174" align="alignleft" width="400"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/02/tim-sar-pantai-kukup-sulit-peringatkan-wisatawan-akan-bahaya-ubur-ubur-443170/ubur-ubur-laut-kusnul-isti-qomah-3" rel="attachment wp-att-443174">http://images.harianjogja.com/2013/09/ubur-ubur-laut-kusnul-isti-qomah1.jpg" alt="" width="400" height="300" /> Ubur-ubur laut di pantai Gunungkidul (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)[/caption]

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Tim Search and Rescue (SAR) Kabupaten Gunungkidul kesulitan memperingatkan wisatawan akan bahaya sengatan ubur-ubur karena listrik padam.

Salah satu anggota tim SAR Pantai Kukup, Eko Suprihatin mengatakan kemarin sempat kesulitan mengumumkan kepada wisatawan lantaran mati listrik. Hal itu membuat speaker tidak berfungsi.

“Kemarin cukup banyak yang kena sengatan impes [ubur-ubur]. Ada beberapa yang sampai sesak nafas. Tapi bisa tertolong. Kami selalu memperingatkan wisatawan tapi sempat terganggu karena sempat mati listrik,” tutur dia, Minggu (1/9/2013).

Wisatawan yang terkena sengatan ubur-ubur, akan merasakan sakit luar biasa seperti tersengat lebah atau kalajengking. Ketika tidak segera diberi pertolongan pertama, racun akan menyebar dan membuat korban sesak nafas sehingga memerlukan tabung oksigen.

Pertolongan pertama yang bisa diberikan yakni mengoleskan amoniak atau alkohol ke bagian tubuh yang terkena sengatan impes untuk menetralkan racun. Setelah rasa sakit mereda, bagian tubuh yang terkena sengatan tadi dijemur di bawah sinar matahari.

“Kalau kena manusia tidak sampai menyebabkan kematian. Tapi ikan atau penyu yang kena sengatannya pasti mati,” pungkas dia.

Koordinator tim Search And Rescue (SAR) Pantai Baron, Marjono mengatakan mulai kemarin, http://www.harianjogja.com/baca/2013/09/01/waspada-ubur-ubur-kembali-menepi-di-pantai-gunungkidul-443141" target="_blank">impes atau yang sering disebut ubur-ubur itu kembali banyak yang menepi. Meski begitu jumlahnya tak sebanyak ketika Lebaran lalu.

“Kondisi air kemarin sempat menghangat sehingga mereka kembali ke laut dalam. Namun suhu air sekarang kembali dingin sehingga mereka menepi kembali,” katanya.