Data 5,7 Juta Pelanggan Fore Diakses Tanpa Izin, Ini Imbauannya
Fore Kopi mengungkap akses tanpa izin terhadap data hingga 5,7 juta akun pelanggan. Simak jenis data terdampak dan imbauan perusahaan.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Kota Wates meminta tempat yang layak selama penyelenggaraan Kulonprogo Expo akhir bulan ini.
Koordinator Asosiasi PKL Kulonprogo Supriyo, Senin (2/9/2013) berharap penyelenggara bisa memberikan tempat yang layak bagi PKL.
Di tempat yang selama ini mereka berjualan, sudah ada beberapa fasilitas seperti listrik. Semua itu tidak gratis karena pedagang membayar bahkan juga memberikan pendapatan daerah berupa retribusi.
"Kami mohon ada keseimbangan akan kontribusi yang sudah kami berikan dengan penyediaan lokasi yang baik,” tutur Supriyo.
“Kami sadar dan paham ada even tahunan yang perlu didukung tapi mohon pandang kami dari sisi positif karena kami memberikan kontribusi positif dan jangan seenaknya,” tambahnya.
Direksi PD Aneka Usaha Fitroh Nurwijoyo Legowo mengatakan penyelenggaraan KulonprogoExpo 2013 bakal dimeriahkan dengan berbagai stan kuliner. Karena itu, mereka akan memberikan akses kepada para PKL yang selama ini mencari nafkah di seputaran alun-alun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fore Kopi mengungkap akses tanpa izin terhadap data hingga 5,7 juta akun pelanggan. Simak jenis data terdampak dan imbauan perusahaan.
OJK mengidentifikasi 11 usaha gadai swasta belum berizin dan sejumlah pinjaman pribadi ilegal. Simak daftar nama serta cara melaporkannya.
Veda Ega Pratama unggul delapan poin atas Hakim Danish di klasemen Moto3 2026. Keduanya akan kembali bersaing dalam balapan di Malaysia.
Ford memperkenalkan Mustang Mach-E SSV 2027 untuk armada kepolisian AS. Mobil listrik ini dibekali motor ganda, rem Brembo, dan teknologi keselamatan aktif.
Suzuki menyalip Honda sebagai produsen otomotif Jepang terbesar kedua berdasarkan penjualan global. Pertumbuhan di India menjadi pendorong utama.
Polisi menggerebek dugaan pabrik miras oplosan di toko mainan Bantul dan menyita 1.260 botol serta 16 jeriken alkohol.