Mahasiswa Amerika Serikat Kunjungi Museum UGM

17 September 2013 15:50 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

[caption id="attachment_448389" align="alignleft" width="375"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=448389" rel="attachment wp-att-448389">http://images.harianjogja.com/2013/09/museum-2-antara.jpg" alt="" width="375" height="250" /> Ilustrasi pengunjung museum (JIBI/Harian Jogja/Antara)[/caption]

Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 14 mahasiswa dari Amerika Serikat yang tergabung dalam Program School of International Training Study Abroad Indonesia berkunjung ke Museum Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Kunjungan mereka ke Museum ini merupakan salah satu kegiatan kerja sama dengan Fakultas Filsafat UGM selama dua minggu," kata Koordinator Tim Museum UGM Widodo Usman, Selasa (17/9/2013).

Menurut dia, ke 14 mahasiswa Amerika Serikat (AS) itu berasal dari berbagai jurusan yang sebagian besar dalam bidang seni, agama, dan sosial.

"Selain dari AS, banyak mahasiswa asing lainnya, seperti dari Afrika, Belgia, dan Jepang telah berkunjung ke Museum UGM," katanya.

Ia mengatakan bahwa Museum UGM dari hari ke hari banyak dikunjungi masyarakat, mahasiswa, dan siswa sekolah dari SD hingga SMA.

"Antusiasme masyarakat khususnya mahasiswa yang berkunjung ke Museum UGM cukup tinggi. Hal itu disebabkan Museum UGM memiliki karakteristik yang berbeda dengan museum dari perguruan tinggi lain," katanya.

Menurut dia, Museum UGM lebih banyak menampilkan sejarah, tokoh-tokoh UGM, dan kontribusi tokoh melalui teknologi yang dihasilkan. Museum UGM akan menjadi tempat berbagai hal sejarah dan prestasi serta riset yang dihasilkan UGM.

"Ada kampus yang mempunyai museum fokus pada pendidikan atau tambang, tetapi UGM mempunyai spesifikasi lain dan membuat masyarakat ingin tahu," katanya.

Salah seorang mahasiswa dari AS, Made Zoey mengatakan dirinya gembira bisa berkunjung ke Museum UGM. Banyak informasi dan pengetahuan baru yang diperolehnya dari Museum UGM.

"Koleksi fotonya bagus-bagus, tetapi akan lebih menarik kalau bahasa pada foto dan poster ditambah Bahasa Inggris sehingga mudah kami mengerti," katanya.