Lapas Narkotika Sleman Sediakan Wartel Berpenyadap

20 September 2013 10:28 WIB Redaksi Solopos Sleman Share :

[caption id="attachment_449290" align="alignleft" width="450"]http://images.solopos.com/2013/09/telepon-napi-reuters1.jpg">Ilustrasi telepon di lembaga permasyarakatan (JIBI/Harian Jogja/Reuters)http://images.solopos.com/2013/09/telepon-napi-reuters1.jpg" width="450" height="299" /> Ilustrasi telepon di lembaga permasyarakatan (JIBI/Harian Jogja/Reuters)[/caption]

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk memfasilitasi kebutuhan komunikasi bagi warga binaan, Lembaga Permasyarakatan II B Narkotika Jogja di Pakem, Kabupaten Sleman menyediakan warung telepon khusus yang dilengkapi alat penyadap.

"Kami telah menyiapkan wartel khusus yang dilengkapi alat penyadap guna mengantisipasi warga binaan berkomunikasi dengan jaringan narkoba yang ada di luar lapas," ungkap Kepala Lapas Narkotika Jogja Thomas Barajanan, Jumat (20/9/2013).

Menurut dia, warga binaan sebenarnya tidak dilarang berkomunikasi asal tujuannya positif dan bukan untuk keperluan kejahatan terutama peredaran narkoba.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY Budiharso menyambut baik langkah Kalapas yang mulai mempersempit kebebasan menggunakan ponsel.

"Memang banyak informasi warga binaan yang ada di dalam bisa komunikasi dengan jaringan narkoba di luar," katanya.

Kendati demikian ia menilai komitmen dari penjaga lapas sangat dibutuhkan.

"Jangan sampai penjaga lapas main mata dengan warga binaan untuk memudahkan memasukkan barang seperti ponsel," katanya.