Advertisement

UGM Dorong Riset Peternakan lewat Forum Internasional

Newswire
Jum'at, 01 Mei 2026 - 18:57 WIB
Maya Herawati
UGM Dorong Riset Peternakan lewat Forum Internasional Peternakan ayam broiler. - Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Upaya memperkuat kolaborasi global di sektor peternakan dan ketahanan pangan terus didorong melalui forum akademik internasional. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai kerja sama lintas negara menjadi kunci menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui The 7th International Joint Graduate Seminar (IJGS) yang digelar di Maejo University, di Thailand. Forum ini mempertemukan mahasiswa pascasarjana, dosen, dan peneliti dari berbagai negara untuk bertukar gagasan dan hasil riset.

Advertisement

Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Budi Guntoro menegaskan isu ketahanan pangan hingga perubahan iklim tidak dapat diselesaikan secara parsial tanpa sinergi global.

“Isu ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga keberlanjutan sistem peternakan tidak bisa diselesaikan secara parsial, dibutuhkan kolaborasi global yang kuat,” katanya di Yogyakarta, Jumat.

Ruang Kolaborasi dan Pertukaran Ilmu

Forum IJGS menjadi wadah penting untuk memperkuat jejaring ilmiah internasional sekaligus mendorong inovasi di bidang peternakan. Melalui kegiatan ini, peserta dapat berbagi hasil penelitian dan memperluas kerja sama lintas negara.

“Dan IJGS menjadi salah satu jembatan penting untuk itu,” ujar Budi.

Fakultas Peternakan UGM menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertukaran ilmu pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia unggul di sektor peternakan.

Penguatan Kerja Sama ASEAN

IJGS merupakan forum tahunan yang diinisiasi Fakultas Peternakan UGM sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi di kawasan ASEAN.

Penyelenggaraan IJGS ke-7 ini juga menandai keberlanjutan kerja sama antara UGM dan Maejo University yang telah terjalin melalui berbagai program kolaboratif.

Kerja sama tersebut meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, hingga publikasi ilmiah internasional.

Dorong Riset dan SDM Unggul

Melalui forum ini, mahasiswa pascasarjana didorong tampil percaya diri dalam forum internasional sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi ilmiah.

“Melalui IJGS, kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa pascasarjana untuk tampil percaya diri dalam forum internasional, sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi riset yang berdampak nyata bagi pengembangan peternakan dan pertanian berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, IJGS juga bertujuan meningkatkan kapasitas akademik, memperkuat jejaring global, serta mendukung internasionalisasi perguruan tinggi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi riset berkelanjutan yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan pangan dan pertanian global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Haji 2026: Lansia dan Difabel Dapat Kursi Bisnis

Haji 2026: Lansia dan Difabel Dapat Kursi Bisnis

News
| Jum'at, 01 Mei 2026, 19:39 WIB

Advertisement

Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan

Thailand Bakal Hapus Bebas Visa, Turis Wajib Verifikasi Saldo Keuangan

Wisata
| Kamis, 30 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement