Tim Sparta Amankan 7 Muda-Mudi Pesta Miras di Taman Kampus ISI Solo
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Peternakan ayam broiler. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya memperkuat kolaborasi global di sektor peternakan dan ketahanan pangan terus didorong melalui forum akademik internasional. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai kerja sama lintas negara menjadi kunci menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui The 7th International Joint Graduate Seminar (IJGS) yang digelar di Maejo University, di Thailand. Forum ini mempertemukan mahasiswa pascasarjana, dosen, dan peneliti dari berbagai negara untuk bertukar gagasan dan hasil riset.
Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Budi Guntoro menegaskan isu ketahanan pangan hingga perubahan iklim tidak dapat diselesaikan secara parsial tanpa sinergi global.
“Isu ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga keberlanjutan sistem peternakan tidak bisa diselesaikan secara parsial, dibutuhkan kolaborasi global yang kuat,” katanya di Yogyakarta, Jumat.
Ruang Kolaborasi dan Pertukaran Ilmu
Forum IJGS menjadi wadah penting untuk memperkuat jejaring ilmiah internasional sekaligus mendorong inovasi di bidang peternakan. Melalui kegiatan ini, peserta dapat berbagi hasil penelitian dan memperluas kerja sama lintas negara.
“Dan IJGS menjadi salah satu jembatan penting untuk itu,” ujar Budi.
Fakultas Peternakan UGM menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertukaran ilmu pengetahuan dan pengembangan sumber daya manusia unggul di sektor peternakan.
Penguatan Kerja Sama ASEAN
IJGS merupakan forum tahunan yang diinisiasi Fakultas Peternakan UGM sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi di kawasan ASEAN.
Penyelenggaraan IJGS ke-7 ini juga menandai keberlanjutan kerja sama antara UGM dan Maejo University yang telah terjalin melalui berbagai program kolaboratif.
Kerja sama tersebut meliputi pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, hingga publikasi ilmiah internasional.
Dorong Riset dan SDM Unggul
Melalui forum ini, mahasiswa pascasarjana didorong tampil percaya diri dalam forum internasional sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi ilmiah.
“Melalui IJGS, kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa pascasarjana untuk tampil percaya diri dalam forum internasional, sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi riset yang berdampak nyata bagi pengembangan peternakan dan pertanian berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, IJGS juga bertujuan meningkatkan kapasitas akademik, memperkuat jejaring global, serta mendukung internasionalisasi perguruan tinggi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi riset berkelanjutan yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan pangan dan pertanian global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.