Relokasi SDN Nglarang: Lahan Siap, Pembangunan Gedung Tunggu Pengembang
Lahan relokasi SDN Nglarang di Sleman sudah siap. Gedung baru sekolah terdampak Tol Jogja-Solo kini menunggu pengerjaan fisik.
Dosen Fapet UGM, Miftahus Shiratul Haq (pertama dari kanan) dan Prof.Nafiatul Umami (kedua dari kanan) dalam diskusi Fapet Menyapa yang digelar pada Rabu (14/1/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Memanasnya situasi geopolitik global dinilai berpotensi memengaruhi sektor peternakan Indonesia, terutama terkait pasokan bahan baku pakan impor yang bisa tersendat dan memicu kenaikan biaya produksi.
Dosen Fakultas Peternakan UGM, Miftahus Shiratul Haq menjelaskan bahwa dampak tersebut semestinya tidak terlalu dirasakan peternak rakyat. Sebab sebagian besar peternak rakyat yang hanya memelihara satu hingga dua ekor ternak masih mengandalkan pakan lokal.
“Kalau untuk peternak skala kepemilikan rendah, ini tidak berpengaruh sama sekali. Tapi kalau untuk industri, sangat berpengaruh,” ujar Miftahus dalam program Fapet Menyapa, Rabu (14/1/2026).
Ia menyebut ada tiga jenis pakan yang umumnya diimpor Indonesia, yakni soybean meal, alfalfa, dan jagung. Ketiganya menjadi bahan baku dominan bagi peternakan unggas maupun ruminansia, khususnya pada skala industri.
Soybean meal atau bungkil kedelai, jelas Miftahus, menjadi sumber protein nabati berkualitas tinggi yang digunakan untuk ayam pedaging maupun petelur, serta untuk sapi potong, sapi perah, hingga kambing. Jagung impor banyak dimanfaatkan untuk unggas, sedangkan alfalfa digunakan sebagai pakan ruminansia, terutama sapi perah.
“Beberapa produk khusus sempat hilang dari pasar ketika kebutuhannya meningkat. Harga pakan pun ikut tinggi,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa soybean meal cukup sulit digantikan, sedangkan kebutuhan jagung masih mungkin dialihkan ke produk dalam negeri. Beberapa perusahaan, kata dia, telah bekerja sama dengan pihak kampus untuk mendorong produksi jagung lokal agar lebih mandiri.
“Harapannya tidak lagi bergantung pada beberapa negara,” imbuhnya.
Jika pasokan pakan tersendat dan harga melonjak, maka harga produk peternakan seperti susu maupun daging berpotensi ikut naik. Selain itu, formulasi pakan kemungkinan akan disesuaikan oleh para formulator di industri.
Meski begitu, hingga saat ini dampak geopolitik global belum terlihat signifikan terhadap peternakan skala industri. Kondisi masih “ter-hold” selama perusahaan mampu mengandalkan pakan lokal, meskipun pakan lokal tidak selalu mendongkrak produktivitas.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Peternakan UGM, Prof. Nafiatul Umami menuturkan bahwa banyak peternak milenial kini menggunakan pola pakan berbeda dengan mengintegrasikan pakan kering untuk domba dan kambing. Namun penggunaan pakan konsentrat tetap diperlukan untuk mengejar target pertambahan bobot badan harian.
“Itu mau tidak mau membuat harga pakan kemarin ikut terimbas kondisi politik sekarang ini,” katanya.
Untuk peternak rakyat, Prof. Umami menyarankan konsep bank pakan di sekitar rumah sebagai bentuk ketahanan pakan berbasis komunitas.
“Dengan menyiapkan bank pakan hidup di sekitar rumah, itu akan menjadi ketahanan masyarakat, ketahanan pakan di sekitar masyarakat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lahan relokasi SDN Nglarang di Sleman sudah siap. Gedung baru sekolah terdampak Tol Jogja-Solo kini menunggu pengerjaan fisik.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.