Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Ilustrasi obat
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengemukanan obat-obatan dengan resep dokter marak disalahgunakan untuk peruntukan nonmedis oleh kalangan remaja.
"Sekarang banyak remaja mendapatkan obat-obatan resmi dari dokter atau apotek kemudian disalahgunakan," kata Kepala BNNP DIY, Budiharso, Senin (28/10/2013).
Menurut dia, obat-obatan sesuai resep dokter yang disalahgunakan adalah jenis psikotropika seperti obat penenang, hingga obat batuk. Penyalahgunaan obat itu banyak digunakan di tingkat pelajar.
"Banyak dari kalangan pelajar. Mereka tidak tahu bahwa penyalahgunaan di luar resep yang ditentukan, dengan dosis tinggi justru dapat memunculkan daya rusak,"katanya.
Menurut Budiharso, hal itu kemungkinan dilakukan oleh pengedar untuk menghindari jeratan hukum. Hal itu disebabkan jenis obatan-obatan tersebut tidak termasuk narkotika dan obat-obatan terlarang.
"Obat itu didapatkan dengan berbagai cara, menyampaikan keluhan dan akhirnya dokter menuliskan resep hingga akhirnya diracik sendiri dan dijual," katanya.
Oleh sebab itu, kata dia, untuk menanggulangi hal itu perlu dilakukan revisi Undang-Undang (UU) narkotika agar dapat menindak penyalahgunaan obat selain yang telah ditentukan dalam UU. "Apalagi sekarang obat-obatan narkotika jenis baru mulai muncul,"katanya.
Selain itu, kata dia, pihak medis serta apotek perlu memperketat sirkulasi obatan-obatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.