RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Forum Komunikasi Daerah Taman Anak Sejahtera (FKD-TAS) Gunungkidul tahun ini mengajukan 2.705 nama balita telantar secara pengasuhan maupun ekonomi kepada Kementrian Sosial.
Dari jumlah tersebut, 160 di antaranya sudah mendapatkan bantuan, Rabu (30/10/2013), yang diberikan langsung Kementerian Sosial di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari.
“Bantuan bagi bayi usia 0-5 tahun yang telantar secara ekonomi dan pengasuhan sebesar Rp1,5 juta per balita,” kata Ketua FKD-TAS Gunungkidul, Alfiatun Mardiyah.
Menurut dia, balita kurang asuhan seperti orangtua bercerai, yatim piatu, mengalami cacat serta keterbatasan ekonomi. Balita yang masuk keriteria tersebut juga akan dibantu pendampingan dari Kemensos.
Bantuan langsung diberikan kepada keluarga anak balita untuk dipergunakan pembuatan akte kelahiran, akses kesehatan serta penambahan gizi. Rencananya akhir tahun ini akan ada lagi bantuan.
Alfiatun menambahkan dari tahun ke tahun bantuan untuk anak balita yang telantar secara pengasuhan dan ekonomi terus mengalami peningkatan. Pada 2010 lalu yang memperoleh bantuan ada 10 anak, 2011 ada 90 anak, 2012 ada 87 anak balita dan tahun ini 160 anak. Kriteria yang masuk kategori telantar diajukan melalui bagian kesejahteraan rakyat di masing-masing desa.
Orangtua penerima bantuan, Fatinah, mengaku akan mempergunakan sebaik-baiknya untuk keperluan anak pertamanya, Marcel Pratama Putra, yang berusia 19 bulan.
Bupati Gunungkidul Badingah menyambut baik bantuan untuk anak balita dari
Kemensos karena masih banyak balita yang perlu mendapat perhatian tetapi terbentur keterbatasan uang daerah. “Pendapatan daerah sangat terbatas,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.