Advertisement
Mobil Listrik Tergantung Komitmen Pemerintah
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Komitmen pemerintah untuk mengembangkan mobil listrik nasional masih dipertanyakan. Padahal, dukungan pemerintah ini sangat diperlukan untuk kejelasan dan keberlangsungan nasib mobil listrik nasional.
Menurut Pakar Transportasi dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM), terwujudnya produksi mobil listrik di Indonesia tergantung komitmen dari pemerintah.
Advertisement
Indonesia, lanjutnya, sedang berpacu dengan waktu untuk mewujudkan kemandirian secara teknologi. "Kalau pemerintah berkomitmen untuk menurunkan gas emisi, bulan depan bisa. Kalau kita tidak ingin terus dijajah secara teknologi oleh bangsa lain, ayo lakukan sekarang. Harus ada kemauan dari pemerintah," ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia di UC UGM, Kamis (21/11/2013).
Hal senada disampaikan oleh perancang mobil listrik nasional Dasep Ahmadi. Menurutnya, dorongan politik untuk mewujudkan mobil listrik massal harus kuat.
"Di awal, pemerintah sudah mendukung tapi kejelasan dan tindak lanjut nyata masih belum jelas," paparnya pada acara Focus Group Discussion Pembentukan Holding Company Mobil Listrik Nasional.
Dukungan serta komitmen pemerintah ini diperlukan terkait dengan kebijakan (regulasi) tentang mobil listrik. Selain persoalan komitmen, Dasep menilai kebijakan mobil listrik nasional belum fokus dan menyebar dengan melibatkan banyak perguruan tinggi. Menurut Dasep mobil listrik tidak hanya menjadi isu utama di Indonesia tapi sudah menjadi isu global.
"Indonesia sebenarnya bisa mandiri terkait komponen industri mobil listrik. Kita siap misalnya ada pesanan hingga 5000 sekalipun. Jadi yang terpenting itu komitmen dan jelas pangsa pasarnya," urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement




