Advertisement
Enam Warga DIY Meninggal karena Leptospirosis
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan diminta meningkatkan kewaspadaannya pada penyakit leptospirosis. Tahun ini, kasus penyakit yang disebarkan lewat air kencing tikus itu meningkat dua kali lipat.
Pada 2012, kasus leptospirosis di DIY terdapat 72 kasus dengan pasien meninggal sebanyak tujuh penderita dari seluruh kabupaten/kota di DIY. Namun sepanjang 2013 hingga akhir November, terdata ada 147 kasus.
Advertisement
Sebanyak 64 kasus di antaranya dari Bantul, 39 kasus di Kulonprogo, 19 kasus di Sleman, 17 kasus di Gunungkidul, dan di Kota Jogja terdapat sembilan kasus.
Enam pasien tercatat meninggal, kesemuanya berasal dari Kulonprogo. Area persawahan menjadi tempat rawan penularan leptospirosis.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DIY Daryanto Chadorie mengatakan, pasien yang meninggal itu karena ketidaktahuannya terhadap gejala penyakit tersebut, sehingga terlambat mengakses layanan kesehatan.
Apalagi, ketika penyakit itu menjadi penyakit penyerta, ketika terlambat ditangani akan menurunkan kondisi tubuh secara drastis.
“Ada yang meninggal karena sudah gagal ginjal sebelumnya,” ungkapnya, rabu (18/12/2013).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Momen Haru di Bandara Saat Presiden Tenangkan Keluarga Prajurit
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement





