Advertisement

Whanny Dharmawan Pentaskan Cerita Pendeta Jatuh Cinta

Selasa, 24 Desember 2013 - 21:35 WIB
Nina Atmasari
Whanny Dharmawan Pentaskan Cerita Pendeta Jatuh Cinta

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA–Apa jadinya bila seorang pendeta yang saleh tiba-tiba jatuh cinta kepada seorang gadis cantik.

Padahal perasaan cinta itu bisa menjadi sebuah perbuatan “dosa”, terlebih selama puluhan tahun lamanya sang pendeta itu sudah mendekatkan diri kepada Tuhan, dan tinggal selangkah lagi menuju ke surga yang teramat sempurna.

Advertisement

Haruskah dia melawan perasaan cinta itu, ataukah justru menanggalkan diri menjadi pendeta dan lebih memilih hidup bersama sang kekasih?

Inilah kisah dalam pentas monolog bertajuk Pandito In Love yang akan dipentaskan di Pulo Cemeti, kompleks Tamansari Kraton Jogja pada Maret 2014 mendatang.

Pentas berdurasi selama dua jam ini akan dipentaskan oleh Whanny Dharmawan, salah satu teaterawan terkemuka Jogja yang sudah melanglang buana bermain dari satu panggung ke panggung lainnya.

Whanny Dharmawan mengatakan lakon Pandito In Love ia adaptasi dari naskah cerita pendek (cerpen) berjudul Pendeta dan Kekasihnya karya Sapardi Djoko Damono.

“Namun Pendeta dan Kekasihnya bukan ciptaan asli Sapardi Djoko Damono. Dia [Sapardi] menerjemahkan teks asli karya cerpenis asal Jepang Yukio Misima,” katanya kepada Harian Jogja, baru-baru ini.

Whanny tertarik mengangkat naskah di atas panggung karena kisah tersebut dinilainya abadi, dalam artian bisa menimpa siapa saja. Terlebih perasaan cinta kepada seseorang itu merupakan hal yang sangat lumrah dan manusiawi.

“Tapi akan menjadi hal yang menarik jika itu [perasaan cinta] melanda seorang orang yang saleh atau orang yang memiliki kedudukan, karena perasaan cinta itu bisa membuatnya kehilangan jabatan ataupun dicemooh orang,” katanya.

Pentas monolog Pandito In Love akan menjadi ajang pembuktian Whanny Dharmawan, apakah kualitasnya menjadi aktor masih bagus atau mengendur.

Maklum, sejak 2003, Whanny mengklaim sudah tidak pernah menggelar pentas monolog. “Selama ini saya hanya sibuk bermain teater secara kolektif,” paparnya.

Wendy HS, sutradara Pandito In Love mengatakan dalam pentas nanti penampilan monolog Whanny Dharmawan akan ditunjang dengan paduan suara yang akan dibawakan oleh kelompok Menuk Voice.

“Menuk Voice tidak hanya musik pengiring. Tapi dia juga memiliki benang merah untuk turut tampil dalam pementasan,” bebernya.

Naskah Pandita In Love yang memiliki setting suasana di Jepang ini menceritakan seorang pendeta agung yang telah menjalani peribadatan suci. Tapi jalan menuju sorga tak pernah mudah.

Pada suatu senja, sang pendeta bertemu dengan perempuan selir raja. Pendeta itu jatuh cinta kepada sang putri. Seperti gila, sang pendeta membuang segenap jalan rohani-agamawinya untuk menjadi pengemis cinta sang putri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

News
| Minggu, 05 April 2026, 05:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement