Advertisement

HONOR ABDI DALEM : Perhitungan Mengikuti Tradisi Kraton

Senin, 30 Desember 2013 - 05:45 WIB
Nina Atmasari
HONOR ABDI DALEM : Perhitungan Mengikuti Tradisi Kraton

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Kraton Ngayogyakarta dan Pakualaman melakukan http://www.harianjogja.com/baca/2013/12/29/honor-abdi-dalem-harus-diambil-penerima-surat-kuasa-tetap-ditolak-478037" target="_blank">pencairan honor abdi dalem yang diambil dari dana keistimewaan, Sabtu (29/12/2013) hingga Senin (30/12/2013). Perhitungan besarnya honor mengikuti tradisi.

Menurut Panghageng Tepas Dwarapura Kraton, KRT Jatiningrat, perhitungan pemberian honorarium itu mengikuti tradisi Kraton ketika Belanda berkuasa. Pendapatan dari sewa tanah Sultan oleh Pemerintahan Kolonial waktu itu, dibagikan sesuai dengan tonggak kraton, mulai dari Sultan, keluarga besar, pangeran, dan para abdi dalem.

Advertisement

“Haknya dari dulu seperti itu. Tapi mestinya yang aktif di Kraton berbeda dengan yang tidak,” ujar dia, Sabtu (28/12/2013).

Ia juga mengingatkan agar tidak mengutamakan honor tersebut, karena bisa saja kebijakan berubah ketika ada pergantian pimpinan bangsa. "Pengabdian terhadap budaya harus lebih utama."

Beberapa abdi dalem mengaku tidak begitu menghiraukan nominal yang diberikan, karena mereka beranggapan pengabdian itu lebih utama dibandingkan imbalan materi.

“Ini murni pengabdian, dan bagi saya itu yang utama. Ini pandangan pribadi saya sebagai abdi dalem dan saya tidak tahu pandangan orang lain, apakah sama atau berbeda?” kata salah seorang abdi dalem bernama Syaiun Fajar,58.

Meski demikian, dia mengaku berterima kasih atas pemberian gaji tersebut. “Ini baru pertama kali diberikan,” tambah pria yang saat ini menjabat sebagai salah satu lurah di Kadipaten Pakualaman.

Hal senada juga diungkapkan, Sukro Kusmanto,67, yang menjabat sebagai Masrio Wirodarmo. Menurutnya, pengabdian itu tidak ada tandingannya dan tak bisa digantikan dengan nilai nominal tertentu.

“Saya berterima kasih diberi gaji ini, tapi ini ibaratnya sebagai hadiah saja,” tegas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan

News
| Minggu, 05 April 2026, 05:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement